Miris! Dalam 5 Bulan 8.500 Hektare Hutan Indonesia Terbakar, Mayoritas Ulah Manusia

Miris! Dalam 5 Bulan 8.500 Hektare Hutan Indonesia Terbakar, Mayoritas Ulah Manusia
Miris! Dalam 5 Bulan 8.500 Hektare Hutan Indonesia Terbakar, Mayoritas Ulah Manusia (dok. riau.bpk.go.id)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kementerian Kehutanan atau Kemenhut menyebutkan 8.500 hektare hutan di Indonesia terbakar selama Januari – Mei. Hampir 100% disebabkan oleh perbuatan manusia atau antropogenik, yang dampaknya meluas apabila dipengaruhi cuaca sangat panas.

“Luasnya diperkirakan meningkat pada Juni – Juli,” kata Kepala Sub Direktorat Penanggulangan Kebakaran Hutan Kemenhut Israr Albar di Jakarta, Rabu (23/7).

“Saya kira untuk negara tropis, tidak hanya di Indonesia, penyebab utamanya antropogenik. Jadi faktor manusia. Bahkan berdasarkan penelitian dari pakar kebakaran, kalau untuk kasus kebakaran di gambut, bisa jadi 99% sampai 100% karena antropogenik,” Israr menambahkan.

Pemicu Kebakaran Hutan

Pengaruh iklim juga sangat berperan dan menjadi pemicu kebakaran hutan, meskipun berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia belum memasuki masa El-Nino tahun ini, sehingga cuaca masih kemarau basah.

Baca Juga:

Kabut Asap Karhutla Riau mulai Mengancam Kesehatan Warga

4 Hari Tanpa Hujan, Karhutla Riau Meluas Terkendala Minim Air dan Medan Sulit

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mencatat ada 354 titik hotspot di wilayah itu per 20 Juli. Jumlah ini menjadikan Kabupaten Rokan Hilir, sebagai daerah dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan tertinggi di Provinsi Riau.

“Perlu ada peningkatan intensitas pemadaman api agar karhutla di Rokan Hilir ini terselesaikan dalam waktu secepatnya,” ujar Hanif, dalam kunjungannya ke lokasi, Rabu (23/7).

Kebakaran terpantau melanda lahan gambut yang sangat kering dengan akses minim terhadap sumber air. Titik api juga ditemukan pada hutan produksi dan hutan produksi terbatas yang rentan terhadap penyebaran api secara masif. Dalam aksi darurat, lima helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah dikerahkan.

Hingga pertengahan Juli, 594 sortie pengeboman air telah dilakukan dengan total volume 2.376.000 liter. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca dijalankan sejak 21 Juli, dengan target wilayah Rokan Hilir dan sekitarnya, menggunakan bahan semai 1.000 kilogram NaCl untuk mendorong terjadinya hujan.

Pemerintah daerah diimbau untuk mempercepat langkah pemadaman dengan keterlibatan aktif dari tingkat tapak. (_usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara