BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di tengah laporan banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera, sebuah fenomena berbeda justru mencuri perhatian di Sumatera Barat. Aliran Sungai Batang Ombilin, yang biasanya tenang dan berwarna kecokelatan, mendadak tampak jernih dan deras setelah bendungan di Danau Singkarak dibuka.
Video-video yang beredar di media sosial memperlihatkan aliran Sungai Batang Ombilin berubah layaknya sungai pegunungan: deras, bersih, dan memantulkan warna kehijauan. Pemandangan itu jauh berbeda dari kondisi sungai di banyak wilayah yang tengah dilanda banjir keruh.
Salah satu unggahan viral datang dari akun @sondra*** yang merekam genangan air setinggi betis di sekitar danau. Namun yang paling mencuri perhatian adalah kejernihan aliran yang mengalir menuju Batang Ombilin.
“Danau Singkarak meluap,” ujarnya dalam video, memperlihatkan air bening yang mengalir perlahan menuju hilir.
Akun lain, @furqann***, bahkan menyamakan kejernihan aliran menuju Ombilin dengan sungai-sungai Eropa.
“Pasca pelepasan air Danau Singkarak di Ombilin seperti sungai di Swiss,” tulisnya.
Komentar warganet langsung membanjiri unggahan-unggahan tersebut. Banyak yang mengaku terkejut melihat aliran Sungai Batang Ombilin seterbuka itu.
“Ini beneran di Indonesia ada sungai seindah ini?” tanya seorang pengguna.
Yang lain membandingkannya dengan banjir di daerah lain yang berwarna pekat.
“Banjir biasanya kayak milo, ini mah kayak aqua,” tulis pengguna lain.
Beberapa menilai kejernihan aliran ini menunjukkan bahwa kawasan hulu Danau Singkarak masih terjaga dari aktivitas pencemaran.
Warga lokal memberi penjelasan terkait fenomena yang ramai dibicarakan itu. Mulyadi, warga asli Danau Singkarak, menegaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena curah hujan tinggi yang membuat permukaan danau naik hingga mendekati batas aman.
Baca Juga:
Data Terbaru Korban Banjir Sumatera: 441 Tewas, 406 Hilang
Banjir dan Longsor Meluas, Padang Pariaman Tetapkan Status Tanggap Darurat
Saat volume air mencapai ambang tertentu, pintu bendungan dibuka penuh untuk menjaga stabilitas. Aliran deras dari danau kemudian mengalir langsung ke Sungai Batang Ombilin.
“Airnya jernih karena berasal dari danau, bukan dari limpasan banjir yang biasanya membawa lumpur atau sampah,” ujar Mulyadi.
Sondra, warga lainnya, mengatakan bahwa bendungan saat ini dibuka 24 jam, sehingga aliran menuju Ombilin berlangsung terus-menerus.
“Airnya langsung masuk ke Batang Ombilin, mengalir ke timur,” jelasnya.
Aliran Batang Ombilin memiliki jalur panjang. Air yang mengalir dari Singkarak menuju Ombilin kemudian menyatu dengan Sungai Indragiri di Riau sebelum akhirnya bermuara di Selat Malaka.
Sebagian debit air lainnya dialirkan melalui terowongan bawah tanah menuju Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di Lubuk Alung, Padang Pariaman.
Meski debit meningkat, warga sekitar menegaskan kondisi tetap aman. Justru, kejernihan aliran Sungai Batang Ombilin kini menjadi tontonan masyarakat yang kagum melihat sungai begitu bersih di tengah banyaknya banjir keruh di wilayah lain.
(Budis)











