Mendagri: Biaya Pemulihan Bencana Sumatera Butuh Rp130 Triliun

Bencana Sumatera
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa proses pemulihan wilayah Sumatera pascabencana alam membutuhkan dukungan finansial yang sangat besar. Estimasi total anggaran untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai provinsi terdampak di Pulau Sumatera diprediksi mencapai angka Rp130 triliun.

Anggaran raksasa tersebut tidak akan dikucurkan sekaligus, melainkan direncanakan untuk mencakup masa kerja selama tiga tahun ke depan. Hal ini disampaikan Mendagri usai menghadiri pertemuan strategis di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

“Untuk anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi tiga tahun ke depan, diperkirakan mencapai Rp130 triliun. Angka ini mencakup kebutuhan jangka menengah agar pemulihan berjalan permanen dan tuntas,” ujar Tito Karnavian di hadapan awak media.

Infrastruktur Jadi Prioritas Utama

Dalam rinciannya, sektor infrastruktur fisik menjadi komponen dengan kebutuhan dana terbesar. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dilaporkan telah mengajukan usulan kebutuhan sekitar Rp70 triliun. Dana tersebut diprioritaskan untuk membangun kembali jembatan yang terputus, perbaikan jalan nasional dan daerah, fasilitas umum, hingga normalisasi sungai guna mencegah bencana serupa di masa depan.

“Jika kita bedah, khusus untuk Kementerian PU saja, rata-rata serapan anggarannya bisa mencapai Rp20 triliun per tahun selama tiga tahun berturut-turut untuk memastikan konektivitas dan fasilitas publik kembali normal,” tambah Tito.

Baca Juga:

Percepat Pemulihan Bencana Sumatera, Menkeu Purbaya Gelontorkan Dana Rp10,65 Triliun

Lelang Jersey Jay Idzes untuk Bencana Sumatera Terjual Rp125 Juta, Raffi Ahmad Jadi Pemenang

Pemulihan Sektor Sosial dan Ekonomi

Tak hanya infrastruktur jalan, pemerintah juga menaruh perhatian serius pada sektor pendidikan dan keagamaan. Tercatat ada lebih dari 4.000 unit sekolah yang mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan segera agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Selain itu, Kementerian Agama juga telah mengusulkan alokasi dana khusus untuk merehabilitasi rumah ibadah serta pondok pesantren yang terdampak cukup parah.

Dari sisi ekonomi kerakyatan, Kementerian Pertanian telah mengajukan anggaran sekitar Rp3 triliun yang akan difokuskan pada pemulihan lahan persawahan warga. Sektor kelautan, perikanan, serta revitalisasi pasar-pasar tradisional yang menjadi urat nadi ekonomi lokal juga turut masuk dalam skema pendanaan besar ini.

Penyusunan Rencana Induk dan Target April

Guna memastikan penggunaan dana tepat sasaran, seluruh usulan dari kementerian, lembaga, hingga pemerintah kabupaten/kota akan disatukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ke dalam sebuah dokumen tunggal bernama ‘Rencana Induk’.

Dokumen Rencana Induk ini ditargetkan rampung paling lambat pada 1 April mendatang. Dokumen ini menjadi syarat mutlak (conditio sine qua non) bagi Kementerian Keuangan untuk mencairkan anggaran. Tanpa masuk dalam rencana induk tersebut, program rehabilitasi tidak akan mendapatkan kucuran dana.

“Rencana Induk ini harus disusun secara detail dan presisi. Kita ingin menghindari adanya tumpang tindih anggaran antarinstansi. Menteri Keuangan hanya akan membiayai program yang secara resmi terdaftar dalam dokumen perencanaan tersebut,” tegas Mendagri.

Menutup keterangannya, Mendagri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah di wilayah Sumatera yang terdampak bencana untuk bergerak cepat. Ia mendorong para kepala daerah segera menyetorkan data akurat mengenai warga yang berhak menerima bantuan hunian tetap (huntap).

Kecepatan dan akurasi data dari pemerintah daerah dinilai krusial agar proses verifikasi sesuai kriteria dapat segera selesai, sehingga masyarakat yang kehilangan tempat tinggal bisa segera mendapatkan kepastian hunian dalam waktu dekat.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026