Menag Respon Tempat Makan MBG Diduga Mengandung Minyak Babi: Kalau Ada, Kita Perbaiki

Tempat Makan MBG Diduga Mengandung Minyak babi
Menteri Agama Nasaruddin Umar (Instagram/@nasaruddin_umar)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Laporan terkait dugaan penggunaan food tray (ompreng makanan) untuk makan bergizi gratis (MBG) yang diimpor dari China dan diduga mengandung minyak babilangsung direspon Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Nasaruddin menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan perbaikan apabila memang ditemukan adanya bahan yang tidak sesuai dengan standar halal.

“Kalau memang ada temuan itu, segera kita akan perbaiki,” kata Nasaruddin

Ia menyebutkan, penggunaan food tray tersebut semestinya menjadi perhatian karena sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam. Nasaruddin menuturkan, Kementerian Agama selama ini hanya menerima makanan yang didistribusikan untuk anak-anak madrasah hingga pesantren.

“Ya kita akan (cek) temukan itu, masukan-masukan itu silakan sampaikan ke pengelolanya ya. Tapi secara formal, kita mau terima jadi dan beres semuanya,” kata Nasaruddin.

Baca Juga:

Heboh, Tempat Makan MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Istana: Bisa Diuji BPOM

Tempat Makan MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, BGN: Sedang Check and Recheck

Sementara Menag memastikan semua bahan makanan yang digunakan untuk program MBG sudah terverifikasi halal.

“InsyaAllah kami yang proaktif untuk menekankan aspek kehalalan semua makanan. Jadi InsyaAllah seluruh makanan yang dipakai di seluruh Indonesia itu terjamin kehalalannya,” kata Nasaruddin.

Baru-baru ini Media sosial diramaikan dengan informasi yang menyebutkan bahwa nampan atau food tray program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga mengandung minyak babi.

Minyak babi atau turunannya itu disebut digunakan sebagai komponen pelumas. Tak hanya itu, tempat makan MBG yang bertuliskan “Made In Indonesia”, juga disebut diimpor dari China.

“Nampan MBG sengaja dilabeli ‘made in indonesia’ tapi aslinya bikinan industri rumahan China. Mengandung lemak babi. Bahannya bahkan di China dilarang,” bunyi narasi yang diunggah oleh akun @fahr****, Senin (25/8/2025).

Ia juga menyertakan tangkapan layar e-katalog yang menunjukkan piring ompreng atau nampan itu merupakan produksi dalam negeri lengkap dengan harganya.

Akun itu juga melampirkan hasil investigasi yang diterbitkan oleh salah satu media berbahasa Inggris dengan judul “From Chaoshan to Classrooms: Illegal Imports, Health Hazards, and Halal Concerns” yang tayang pada Senin lalu. (_usamah Kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

5

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026