‘Memayu Ning Papat’ Inovasi Mahasiswa UB Masuk Top 6 Dunia di Kompetisi Pangan Internasional

Memayu Ning Papat
(dok. UB)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Mahasiswa lintas program studi Universitas Brawijaya (UB) berhasil membawa nama Indonesia di kancah internasional melalui proyek inovatif bertajuk “Memayu Ning Papat”. Proyek ini tampil di Food Systems Innovation Challenge on Nature-Based Solutions, kompetisi pangan dunia yang digelar di Wageningen, Belanda.

Mahasiswa UB yang mewakili tim, Daffa Prastita Ahmad, bersaing dengan 24 tim dari 12 negara, mempresentasikan ide mereka untuk menghadirkan inovasi pangan berbasis alam atau nature-based solutions.

“Konsep kami mengadaptasi complex rice system, atau mina padi, dengan tambahan elemen seperti serai dan azolla. Dengan sistem ini, kami bisa memperoleh dua hasil panen sekaligus tanpa penggunaan bahan kimia. Semuanya organik,” ujar Daffa saat ditemui di Malang, Jawa Timur, Jumat (24/10/2025).

Proyek Memayu Ning Papat: Multiple-Yield Agroecosystem ini berhasil menembus grand final kompetisi internasional. Inspirasi proyek ini berasal dari filosofi Jawa tentang empat pilar kehidupan: bumi, air, udara, dan manusia.

Melalui inovasi ini, tim UB mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan padi, ikan, azolla (pakis air pengikat nitrogen), dan serai menjadi satu ekosistem terpadu di Desa Jenggolo, Kabupaten Malang. Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan panen ganda, tetapi juga meningkatkan keseimbangan ekologi dan kesejahteraan petani lokal.

Selain beras dan ikan, sistem ini memberikan manfaat ekologis, termasuk pengendalian hama alami, pemupukan regeneratif, serta penurunan biaya produksi. Proyek ini juga menjalin kemitraan dengan PT Ladang Mukti untuk mendorong replikasi sistem pertanian berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia.

“Seleksi dilakukan mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas. Setelah menang di tingkat nasional, tim kami akhirnya mewakili UB di ajang internasional,” jelas Daffa.

Tim yang terdiri dari mahasiswa lintas fakultas, termasuk Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, telah menyiapkan proyek ini sejak semester lima. Mereka melakukan uji coba demo plot di Kepanjen, Kabupaten Malang, selama hampir satu tahun, mulai dari penanaman hingga panen.

Kompetisi di Wageningen berlangsung selama satu minggu, dari 25 September hingga awal Oktober 2025. Para peserta mempresentasikan solusi untuk membangun sistem pangan tangguh, inklusif, dan ramah lingkungan.

Daffa mengungkapkan, timnya kini termasuk dalam Top 6 terbaik dunia dan akan melanjutkan proyek ke tahap inkubasi selama enam bulan. “Kami akan mendapatkan bimbingan inkubator dari Februari hingga Oktober 2026, dan berkesempatan mewakili Indonesia di World Food Forum di Roma,” ujarnya.

Baca Juga:

SMARISH FEST 2025: Inovasi Mahasiswa UNNES Hadirkan Belajar Seru di Malaysia

“Bawal Cipanjalu”: Inovasi Mahasiswa UHS Ubah Waluh Siam Jadi Cemilan Balado Bernilai Tinggi

Melalui inovasi Memayu Ning Papat, Daffa berharap dukungan dari fakultas dan universitas semakin kuat agar proyek ini dapat dikembangkan lebih luas.

“Harapannya UB terus mendukung kegiatan seperti ini. Proyek kami berkelanjutan, dan kami ingin membangun sistem pertanian masa depan yang kuat, ramah lingkungan, dan berpihak pada petani kecil,” pungkasnya.

(Vini Virdiyanti/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City