Tiga Menteri yang Mengisi Kementerian Pendidikan Gantikan Nadiem Makarim

Tiga kementerian pendidikan
(Instagram/Prabowo)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto, memecah Kemendikbudristek menjadi tiga kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; dan Kementerian Kebudayaan.

Pada Senin, 21 Oktober 2024, Presiden Prabowo resmi melantik tiga menteri untuk menggantikan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim, yaitu Prof. Abdul Mu’ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan.

Ketiga menteri tersebut dilantik bersama 48 menteri lainnya dan mengucapkan sumpah di hadapan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Terkait hal ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti mengungkapkan dalam waktu satu bulan ini, sebelum mengambil keputusan ia akan banyak mendengar dalam

“Saya masih akan banyak mendengar dalam waktu-waktu satu bulan ini, sebelum mengambil keputusan yang strategis,” katanya usai dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, mengutip Antara, Senin. (21/10/2024).

Pada kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo yang ditujukan secara khusus kepadanya.

“Tadi dalam sesi setelah pelantikan Presiden Prabowo secara khusus menyampaikan kepada saya untuk pertama meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah,” katanya.

Setelah melantik tiga menteri tersebut, Prabowo juga dijadwalkan melantik enam Wakil Menteri pada pukul 15.00 WIB di hari yang sama. Salah satunya adalah Atip Latipulhayat, Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Padjadjaran, yang diangkat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Selain itu, Fajar Riza Ulhaq, yang pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa Muhadjir Effendy dan Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara pada masa Pratikno, turut ditunjuk.

BACA JUGA: Pemulihan PDNS Bertambah 86 Layanan, Termasuk Beasiswa Kemendikbudristek

Kemudian, dua orang yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi adalah Prof. Fauzan, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Prof. Stella Christie, Guru Besar di Tsinghua University, China.

Sementara itu, Giring Ganesha, Anggota Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), diangkat sebagai Wakil Menteri Kebudayaan.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City