LMKN Kesal Mie Gacoan Tak Patuhi Aturan Royalti Musik: Ngeyel Sejak 2022

direktur gacoan dilaporkan
(ist)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kisruh masalah royalti tak hanya terjadi di antara pencipta lagu dan penyanyi saja. Masalah ini juga terjadi di antara LMK Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI) dengan Mie Gacoan.

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) mendukung penuh SELMI yang melaporkan Mie Gacoan atas kasus pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta.

Berikut permasalahan yang terjadi di antara keduanya.

Mie Gacoan Tak Bayar Royalti

Direktur PT Mitra Bali Sukses, pemegang lisensi waralaba Mie Gacoan, I Gusti Ayu Sasih Ira, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta.

Mereka diduga memutar musik di gerai Mie Gacoan tanpa izin pemilik hak cipta serta tidak membayar royalti sejak tahun 2022. SELMI melaporkan Mie Gacoan pada Agustus 2024.

Ketua Dewan Pengurus Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI), Jusak Irwan Setiono, mengatakan kasus ini seharusnya bisa menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha lainnya.

“Kasus yang menimpa Mie Gacoan ini selayaknya menjadi peringatan bagi pelaku usaha lainnya, khususnya mereka yang masih menggunakan pemutar musik pribadi, sumber tidak resmi, atau layanan tanpa lisensi,” kata Jusak.

Jusak berharap momen ini menjadi titik balik dalam meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menggunakan musik secara sah, profesional, dan bertanggung jawab.

LMKN Sudah Mengingatkan

Ketua LMKN, Dharma Oratmangun, menjelaskan pihaknya sudah memperingatkan Mie Gacoan untuk membayar royalti atas pemutaran lagu di gerainya. Namun, peringatan itu tak digubris oleh Mie Gacoan.

“Coba bayangkan, sudah kita minta sejak tahun 2022, tapi sampai sekarang masih ngeyel,” kata Dharma.

Oleh sebab itu, LMKN mendukung penuh langkah hukum yang diambil oleh SELMI kepada Mie Gacoan.

Baca Juga:

Direktur Gacoan Bali Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

Bos Gacoan Jadi Tersangka Pelanggaran Hak Cipta, Ini Aturan Royalti Musik

Semua gerai Mie Gacoan di Bali sudah tak memutar lagu lagi sejak Februari 2025.

Menurut salah satu manajer Mie Gacoan di daerah Denpasar, kebijakan untuk tidak memutar lagu sudah diberlakukan karena ada surat somasi.

Total ada 17 gerai Mie Gacoan di Bali yang akhirnya tak memutar lagu lagi karena kasus pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025