Kejagung Periksa 28 Saksi Kasus Korupsi Laptop Chromebook, Penyidikan Berlanjut

Korupsi Chromebook
Ilustrasi. (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mempercepat proses penyidikan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook untuk proyek digitalisasi pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada periode 2019–2022.

Pada pekan ini, tim penyidik akan memusatkan perhatian pada pemeriksaan saksi-saksi guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab secara hukum dalam kasus tersebut.

“Penyidik akan fokus pada pemeriksaan saksi-saksi dalam satu minggu ini,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar di Jakarta, dikutip Selasa (3/6/2025).

Hingga saat ini, sudah 28 orang saksi yang dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.

Keterangan para saksi tersebut dianggap penting untuk mengungkap indikasi korupsi dalam proyek pengadaan perangkat teknologi bagi sekolah-sekolah.

Selain itu, tim penyidik juga sedang melakukan pendalaman terhadap berbagai barang bukti yang telah disita, termasuk dokumen dan bukti elektronik, untuk memperkuat proses penyidikan.

“Penyidik fokus mendalami semua barang bukti, baik dokumen fisik maupun elektronik,” ujar Harli.

Diduga Ada Persekongkolan

Kejaksaan Agung mencurigai adanya praktik persekongkolan jahat dalam proyek tersebut. Salah satu indikasi yang cukup kuat adalah dugaan adanya arahan kepada tim teknis agar menyusun kajian yang mengarah pada pemilihan laptop dengan sistem operasi berbasis Chromebook.

“Diduga ada arahan tertentu agar pengadaan diarahkan ke perangkat berbasis chromebook,” beber Harli.

Pemilihan perangkat Chromebook dinilai kurang tepat karena sangat mengandalkan koneksi internet, padahal banyak wilayah di Indonesia masih mengalami keterbatasan akses jaringan.

Kondisi tersebut membuat penggunaan Chromebook dianggap kurang efektif dalam menunjang proses pembelajaran.

Baca Juga:

Kejagung Geledah Apartemen Nadiem Makarim, Korupsi Chromebook?

Cara Mudah Aktifkan Smart Lock di Chromebook dan HP Android

Harli menekankan bahwa proses penyidikan berjalan dengan peta jalan yang sistematis, namun tim penyidik tetap memerlukan waktu untuk menelusuri dan memahami peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini.

“Penyidik tentu harus diberi ruang dan waktu untuk mendalami dengan jelas peran pihak-pihak terkait,” tegasnya.

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026