Banyak Konsumen Mobil Listrik Menyesal, Ini Penyebabnya

konsumen mobil listrik menyesal
(Dok.Wuling)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Hampir 50 Persen konsumen Mobil Listrik di Amerika Serikat mengaku menyesal telah Memilikinya

Memuat Carscoops, survei terbaru dari McKinsey & Co, 50 persen pemilik mobil listrik di AS menyesal, faktor utamannya adalah ketidakpuasan masalah infrastruktur pengisian daya publik yang masih kurang memadai.

Penyebab Konsumen Mobil Listrik Menyesal

baterai mobil listrik
Ilustrasi (iStock)

Hanya 9 persen dari total peserta survei yang merasa puas dengan perluasan jaringan pengisian daya publik di wilayah mereka, menunjukkan bahwa ini adalah masalah global.

BACA JUGA: 3 Pilihan Mobil Listrik Harga Rp100-200 Jutaan, Bagi yang Ogah LCGC!

Dalam survei yang sama, terungkap bahwa 29 persen pemilik kendaraan listrik di seluruh dunia condong akan kembali menggunakan kendaraan konvensional dengan mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine) pada pembelian berikutnya.

Selain itu, 21 persen responden tidak tertarik untuk membeli mobil listrik. Alasan utama yang terungkap adalah biaya tinggi untuk memiliki kendaraan listrik dan kebutuhan akan mobil yang lebih sesuai untuk perjalanan jarak jauh.

Penggunaan mobil untuk jarak tempuh minimum di kalangan konsumen meningkat dari 270 mil (435 kilometer) pada tahun 2022 menjadi 291,4 mil (469 kilometer) pada tahun 2024. Meskipun terdapat peningkatan dalam penggunaan mobil listrik untuk jarak tempuh yang lebih jauh, masalah infrastruktur pengisian daya tetap menjadi penghambat utama bagi konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik.

Mandetnya proses Program Infrastruktur Kendaraan Listrik Nasional dari Departemen Energi AS juga memengaruhi keputusan konsumen. Philipp Kampshoff,

Pemimpin Pusat Mobilitas Masa Depan McKinsey, meyakini bahwa keadaan akan menjadi lebih buruk karena pembeli kendaraan listrik generasi berikutnya akan lebih bergantung pada pengisian daya publik daripada yang ada saat ini.

Meskipun terdapat kekhawatiran, pembeli saat ini sedikit lebih terbuka terhadap elektrifikasi ketimbang dengan hasil studi sebelumnya.

Saat ini, 38 persen pemilik kendaraan non-listrik di seluruh dunia sedang mempertimbangkan untuk membeli mobil plug-in hybrid (PHEV) atau mobil listrik (EV) untuk pembelian berikutnya. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1 persen daripada dua tahun sebelumnya.

Pengaruh Lainnya

Selain infrastruktur, biaya tinggi untuk memiliki kendaraan listrik dan kebutuhan akan mobilitas tinggi jarak jauh juga menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. Banyak yang merasa bahwa mobil listrik belum dapat memenuhi kebutuhan mereka, terutama untuk perjalanan yang memerlukan jarak tempuh yang lebih jauh dan infrastruktur pengisian daya yang memadai.

Lebih dari 30 ribu responden menjawab sekitar 200 pertanyaan tentang kendaraan listrik untuk studi dua tahunan dari McKinsey. Survei ini tidak hanya dilakukan di AS tetapi juga di 15 negara lain yang mewakili lebih dari 80 persen dari total volume penjualan global.

Hasil survei menunjukkan bahwa ketidakpuasan terhadap infrastruktur pengisian daya publik tidak hanya terjadi di Amerika Serikat tetapi juga di berbagai negara lain.

Philipp Kampshoff dari McKinsey meyakini, meskipun saat ini terdapat banyak kekhawatiran, prospek masa depan mobil listrik tetap cerah.

Namun, untuk mencapai hal ini, perlu ada peningkatan signifikan dalam infrastruktur pengisian daya dan penurunan biaya kepemilikan kendaraan listrik. Dengan adanya upaya yang lebih kuat dari pemerintah dan sektor swasta, diharapkan masalah ini dapat diatasi dalam beberapa tahun mendatang.

 

(Saepul/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026