BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Lenovo kembali memperkuat lini laptop gaming kelas atasnya lewat kehadiran Legion Pro 5i generasi terbaru, yang kini dibekali GPU NVIDIA GeForce RTX 5070 Ti Laptop GPU dan prosesor Intel Core Ultra 9 275HX. Perangkat ini diposisikan sebagai mesin gaming full power yang menyasar gamer kompetitif hingga kreator konten dengan kebutuhan komputasi berat.
Informasi ini mengacu pada ulasan video dari kanal teknologi Nerd Reviews ID, yang melakukan hands-on terhadap unit Legion Pro 5i terbaru dengan konfigurasi tertinggi.
“Legion Pro 5i ini jadi salah satu varian paling bertenaga yang pernah kami pegang, bukan cuma karena GPU-nya, tapi juga kombinasi layar OLED dan prosesor barunya,” ujar Nerd Reviews ID dalam ulasannya.
Performa Ditingkatkan, Fokus Gaming dan Produktivitas
Pada sektor dapur pacu, Legion Pro 5i ditenagai Intel Core Ultra 9 275HX, prosesor kelas flagship mobile yang dirancang untuk menangani beban kerja berat seperti gaming AAA, rendering, hingga multitasking ekstrem. Lenovo memadukannya dengan GPU RTX 5070 Ti Laptop GPU dengan konfigurasi hingga 12 GB VRAM dan TGP tinggi, bergantung pada varian pasar.
Kombinasi tersebut memungkinkan laptop ini menjalankan game modern pada resolusi tinggi, khususnya QHD, dengan pengaturan grafis tinggi, terutama pada Game yang telah mendukung teknologi DLSS generasi terbaru.
“Di sejumlah game yang mendukung DLSS dan frame generation, performanya terasa sangat stabil untuk kelas laptop,” lanjut Nerd Reviews ID.
Meski demikian, performa aktual tetap bergantung pada konfigurasi unit, pengaturan daya, serta optimasi masing-masing game.
Layar OLED 240Hz, Dukung Pengalaman Visual Lebih Imersif
Salah satu pembaruan utama hadir di sektor layar. Legion Pro 5i kini menggunakan panel OLED 16 inci resolusi QHD+ dengan refresh rate 240Hz dan dukungan G-Sync. Panel ini ditujukan untuk gamer kompetitif sekaligus kreator visual yang membutuhkan akurasi warna tinggi.
Lenovo mulai memperluas penggunaan panel OLED di lini Legion, meskipun tidak seluruh varian Legion saat ini mengadopsi teknologi tersebut.
Sistem Pendingin dan Desain Fungsional
Untuk menjaga stabilitas performa, Lenovo menyematkan sistem pendingin Legion ColdFront dengan konfigurasi dual fan, vapor chamber besar, dan jalur pembuangan panas yang difokuskan ke bagian belakang dan samping. Sistem ini dirancang agar laptop tetap stabil saat digunakan pada beban tinggi dalam durasi panjang.
Dari sisi bodi, Legion Pro 5i masih mengandalkan material polimer ABS dengan rangka solid, dipadukan dengan bagian belakang berbahan aluminium. Keyboard Lenovo TrueStrike full-size dengan RGB multi-zona turut melengkapi fitur gaming-nya.
Konektivitas dan Daya Tahan
Laptop ini dibekali port HDMI 2.1, Thunderbolt 4, USB-C dengan Power Delivery, USB-A, LAN, serta audio jack. Lenovo juga menyertakan adaptor daya besar, meski pengisian melalui USB-C tetap dimungkinkan untuk penggunaan ringan.
Dalam pengujian pemakaian ringan seperti streaming video, daya tahan baterainya berada di kisaran normal untuk laptop gaming full power, bergantung pada mode daya dan beban kerja.
Posisi Pasar dan Catatan Penting
Legion Pro 5i diposisikan di segmen laptop gaming kelas atas, menyasar pengguna yang membutuhkan performa tinggi dalam format portabel. Meski menawarkan spesifikasi agresif, aspek seperti harga, bobot, serta konsumsi daya tetap menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli.
Hingga kini, Lenovo belum mengumumkan secara resmi harga dan ketersediaan Legion Pro 5i terbaru untuk pasar Indonesia. Konfigurasi dan spesifikasi juga berpotensi berbeda antar wilayah.
Dengan membawa kombinasi GPU generasi terbaru, prosesor kelas flagship, serta layar OLED ber-refresh tinggi, Lenovo Legion Pro 5i terbaru mempertegas arah Lenovo dalam menghadirkan laptop gaming yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga relevan untuk kebutuhan kreator modern.
Namun, seperti perangkat di kelasnya, keputusan pembelian tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan spesifik pengguna, ketersediaan varian lokal, serta banderol harga saat resmi masuk pasar.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Fathir Fahrezi Fardiansyah)











