BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Islam Makhachev sebenarnya berpeluang menjadi bagian dari pembuka kalender UFC 2026. Namun juara kelas ringan itu memilih menolak tawaran tersebut karena waktu persiapan yang dinilainya tidak ideal.
Dalam wawancara bersama Ushatayka, Makhachev mengungkap bahwa UFC sempat menawarinya tampil di UFC 324 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Januari di Las Vegas. Tawaran itu datang tak lama setelah ia menjalani laga terakhirnya pada November lalu.
Makhachev terakhir kali bertarung pada UFC 322, di mana ia meraih kemenangan dominan melalui keputusan juri atas Jack Della Maddalena dalam laga utama. Kemenangan tersebut menambah koleksi prestasinya dengan merebut gelar kelas welter, sekaligus mempertahankan rekor empat kali mempertahankan sabuk juara kelas ringan UFC secara beruntun.
Meski begitu, Makhachev menilai jadwal Januari terlalu mepet.
“Saya belum tahu pasti, tetapi saya memang ditawari pertarungan di bulan Januari,” ujar Makhachev, dikutip dari Championship Rounds, Rabu (31/12/2025).
“Menurut saya, Januari adalah tanggal yang mustahil. Saya sudah berada di kamp pelatihan selama tiga bulan dan mereka baru menghubungi saya pada bulan Desember. Mereka berkata, ‘Kamu akan bertarung di bulan Januari.’ Saya bilang itu sudah terlambat,” lanjutnya.
Baca Juga:
Islam Makhachev Jadi Raja Dua Divisi UFC, Lampaui Khabib
Makhachev menegaskan bahwa persiapan untuk laga sebesar itu tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.
“Saya perlu masuk kamp dan benar-benar siap untuk Januari. Saya sudah memberi tahu mereka bahwa saya pasti tidak akan bertarung di bulan Januari,” tegasnya.
UFC 324 sendiri rencananya akan menampilkan duel Justin Gaethje vs. Paddy Pimblett untuk gelar interim kelas ringan sebagai laga utama. Selain itu, juara kelas bantam Kayla Harrison dijadwalkan mempertahankan sabuknya melawan legenda UFC yang kembali dari pensiun, Amanda Nunes, sebagai co-main event.
Makhachev kini mengarahkan fokusnya untuk kembali bertarung pada kuartal kedua 2026, tepatnya setelah Ramadan.
“Saya pikir pasti setelah Ramadan. April, Mei, atau Juni. Jika mereka ingin menunggu dan menempatkannya di Gedung Putih, saya akan menunggu. Jika tidak, saya bisa bertarung lebih awal,” kata petarung asal Dagestan tersebut.
Menariknya, Makhachev mengaku tidak diberi tahu siapa calon lawannya. Meski demikian, ia menduga sosok tersebut adalah petarung kelas welter tak terkalahkan asal Ekuador, Michael Morales. Dugaan itu muncul setelah Morales mencetak kemenangan KO impresif atas Sean Brady pada laga pendukung di acara Makhachev vs. Della Maddalena.
“Mereka tidak memberi tahu saya namanya. Tapi jujur, saya pikir itu Morales. Itu hanya pendapat saya. Mereka tidak menyebutkan nama, mereka hanya bertanya apakah saya mau bertarung di bulan Januari atau tidak,” pungkas Makhachev.











