Lebaran Belum Usai di Pekalongan, Warga Sambut Puncak Syawalan Lewat Festival Lopis Raksasa

Festival Lopis Raksasa (Foto: Pemkab Pekalongan).
-

Tidak ada video disisipkan.

PEKALONGAN, TEROPONGMEDIA.ID – Di Pekalongan, perayaan Lebaran tidak berhenti pada hari pertama Idul Fitri. Justru, masyarakat setempat masih menanti satu momen penting yang menjadi penutup rangkaian hari raya, yakni tradisi Syawalan yang tahun ini mencapai puncaknya pada 28 Maret 2026.

Salah satu daya tarik utama dalam tradisi tersebut adalah Festival Lopis Raksasa yang digelar di kawasan Krapyak. Bukan sekadar perayaan, festival ini menjadi simbol bagaimana masyarakat menjaga warisan budaya sekaligus mempererat hubungan sosial setelah Ramadan.

Menariknya, perhatian tidak hanya tertuju pada prosesi pemotongan lopis, tetapi juga pada proses panjang pembuatannya. Sejak H+2 Lebaran, warga sudah mulai bergotong royong menyiapkan lopis berukuran raksasa dengan menggunakan lebih dari lima kuintal beras ketan. Seluruh tahapan dilakukan bersama-sama selama tiga hari penuh, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Di sepanjang jalan dan gang permukiman, suasana Syawalan terasa hidup. Pedagang lopis bermunculan, menghadirkan aroma khas ketan dan kelapa parut yang menjadi penanda bahwa tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari denyut kehidupan warga.

Baca Juga:

Tradisi Amplop THR Warnai Keceriaan Anak-Anak Jelang Lebaran

Namun, di balik kemeriahan tersebut, tersimpan makna filosofis yang mendalam. Lopis dimaknai sebagai simbol pengakuan kesalahan dan ajakan untuk saling memaafkan. Teksturnya yang lengket melambangkan eratnya persaudaraan, sementara warna putihnya mencerminkan kesucian setelah kembali fitri.

Tradisi ini juga memiliki akar sejarah panjang. Pembuatan lopis dalam Syawalan Krapyak pertama kali dipopulerkan oleh KH Abdullah Sirodj, seorang ulama yang mendorong praktik puasa Syawal di tengah masyarakat. Dari situlah muncul kebiasaan menunda silaturahmi hingga hari kedelapan Syawal, yang kemudian dirayakan secara meriah melalui tradisi lopisan.

Seiring waktu, Syawalan di Pekalongan tidak hanya menjadi tradisi religius, tetapi juga berkembang sebagai potensi wisata budaya. Pemerintah daerah melihat festival ini sebagai aset yang mampu menarik pengunjung sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Meski demikian, nilai utama yang ingin dijaga tetap pada esensi tradisi itu sendiri. Lopis bukan sekadar makanan atau tontonan, melainkan medium yang menghubungkan nilai religius, sosial, dan budaya dalam satu perayaan.

Di tengah modernisasi, tradisi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih memiliki tempat. Bagi masyarakat Pekalongan, Syawalan dan lopis raksasa bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga identitas yang terus hidup dan dirawat lintas generasi.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City