Garam Aceh: Emas Putih Warisan Kesultanan Samudra Pasai

Garam Aceh
Ilustrasi (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Garam Aceh merupakan warisan budaya peninggalan Kesultanan Samudra Pasai yang hingga kini masih terus dipertahankan. Disebut sebagai Emas Putih, garam ini memiliki tekstur halus dan rasa yang tajam.

Berdasarkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), garam aceh tidak dibuat dengan dijemur, melainkan dengan cara direbus. Batasan kondisi geografis dengan pantai terbatas dan ilklim yang tidak cukup panas memaksa masyarakat mencari cara untuk memenuhi kebutuhan.

Hingga akhirnya, metode rebus menjadi cara masyarakat untuk menghasilkan garam yang tidak hanya memiliki rasa yang kuat, namun tekstur yang khas.

Sejak berabad-abad lalu, metode rebus telah dipraktekan oleh masyarakat pesisir Aceh Utara. Jejaknya bisa ditelusuri hingga masa kerajaan Islam pertama di Indonesia, yakni masa Kesultanan Samudra Pasai pada abad ke 13-15 M.

Hal ini dibuktikan berdasarkan sejumlah studi, baik arkeologi, pelacakan manuskrip, etnografi, hingga analisis laboratorium.

Penelitian arkeologi menemukan sejumlah bukti yang menunjukan budaya pembuatan garam Aceh pada masa Kesultanan Samudra Pasai. Diantaranya adalah pecahan artefak tembikar kuno yang ditemukan melimpah di situs Arkeologi Samudra Pasai, Aceh Utara.

Secara morfologis, bentuk dan tekstur pecahan tembikar tersebut berasal dari masa Kesultanan Samudra Pasai.

Baca Juga:

Reog Ponorogo Resmi Diakui UNESCO: Warisan Budaya Tak Benda

Viral! Suasana Kerajaan Majapahit Diungkap Lewat Video AI, Warganet Berdecak Kagum

Salah satu pecahan tembikar yang ditemukan adalah pecahan yang merupakan bagian dari serok dengan lapisan kristal garam yang menutupi bagian luarnya.

Pecahan tembikar ini merupakan bagian dari serok yang digunakan untuk mengambil atau mengaduk garam.

Tak hanya pecahan serok, peneliti juga menemukan pecahan tembikar yang merupakan bagian dari sebuah kaki tungku. Tungku ini lah yang digunakan dalam proses perebusan air laut untuk menghasilkan garam.

Hal ini diperkuat dengan hasil analisis laboratorium terhadap pecahan-pecahan tembikar tersebut, yang menunjukan adanya unsur natrium klorida (NaCl). Hasil ini yang mengindikasikan bahwa tembikar tersebut pernah digunakan dalam proses pembuatan garam rebus.

Penggunaan tembikar untuk garam aceh juga tertulis dalam sumber sejarah abad 15 M pada masa Kesultanan Malaka. Berdasarkan hasil pelacakan naskah manuskrip, peneliti mengungkap Undang Undang Melayu (UUM) yang dikeluarkan pada masa Kesultanan Malaka menyatakan bahwa perdagangan garam disektiar selat malaka oleh orang orang keling India diangkut pada kapal menggunakan tembikar.

Tidak sekedar melihat bukti masa lalu, studi etnografi melalui penelusuran kehidupan masyarakat mengungkap, hingga kini masih banyak petani garam di pesisir aceh utara yang membuat garam dengan metode rebus.

Hal ini menjadi bukti, bahwa tradisi membuat garam dengan cara merebus air laut telah berkembang dan terus bertahan di wilayah sekitar situs Samudra Pasai.

“Mengangkat tradisi pembuatan garam di Aceh merupakan bagian integral dari budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Proses ini bukan sekedar kegiatan ekonomi, tetapi juga mencerminkan pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi,” uajr Libra Hari Inagurasi, Periset Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, melansir dari unggahan Instagram resmi @brin_indonesia Senin (3/11/2025).

(Raidi/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun