Mengenal Tradisi Bulusan yang Digelar Setiap Syawal di Kudus

bulusan
(net)
-

Tidak ada video disisipkan.

KUDUS,TM.ID: Tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, lahir dari cerita nenek moyang yang terkait asal muasal munculnya hewan air yang bernama bulus atau labi-labi yang diyakini merupakan jelmaan dari dua manusia bernama Kumoro dan Komari, murid dari Kiai Dudo.

Sesuai keyakinan masyarakat setempet, peristiwa tersebut terjadi pada malam 17 Ramadhan ketika ada peringatan Nujulul Quran di Desa Hadipolo yang dilaksanakan selesai Shalat Tarawih.

Pada kesempatan tersebut hadir Sunan Muria, namun saat acara berlangsung dua murid Kiai Dudo, Kumoro dan Komari mengeluarkan suara gaduh karena sedang mengambil benih padi. Lantas kedua orang tersebut dikira bulus, setelah dilihat keduanya menjadi bulus.

Diperingati tanpa harus diundang

Meskipun telah berubah menjadi bulus, nantinya setiap 8 Syawal akan diperingati oleh anak cucunya tanpa harus diundang.

“Akhirnya, warga secara turun temurun melestarikan tradisi tersebut dengan merayakannya tradisi bulan Syawal dengan sebutan tradisi bulusan,” kata Ketua Panitia Perayaan Tradisi Bulusan Desa Hadipolo Mursidi di Kudus, Sabtu (29/4/2023).

Tradisi bulusan, bagi warga sekitar dianggap sebagai upaya memperingati hari lahirnya (haul) bulus, jelmaan dari Kumoro dan Komari.

Perayaan tradisi bulusan diperkirakan berlangsung sudah lama, yakni sejak puluhan tahun ketika Sunan Muria masih menjalankan syiar agama Islam di daerah tersebut.

Karena pelaksanaannya juga bertepatan dengan bulan Syawal, maka tradisi itu dimaknai pula sebagai ajang untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan antarsesama, setelah sebelumnya menjalankan puasa sebulan penuh.

Sebelumnya tradisi bulusan digelar sederhana, yakni dilakukan doa bersama kemudian dilanjutkan dengan pemberian makan terhadap sejumlah bulus yang kala itu masih berada di aliran sungai berupa ketupat dan lepet. Kini bulus yang sudah berkembang biak menjadi belasan ekor itu ditempatkan di kolam khusus.

Seiring animo masyarakat yang begitu besar untuk melihat tradisi bulusan, akhirnya dimeriahkan dengan aneka rangkaian kegiatan.

Kirab Gunungan

Di antara aneka kegiatan itu, ada kirab gunungan hasil bumi dari warga sekitar dengan rute di jalan perkampungan hingga berakhir di tempat bulus tersebut berada.

Kemudian, hasil bumi tersebut diperebutkan warga yang mereka yakini bisa mendatangkan berkah karena sudah mendapatkan doa dari ulama setempat.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan kupat dan lepet kepada juru kunci bulusan, lantas diberikan kepada bulus sebagai makanannya.

Pada malam harinya, dilanjutkan dengan pementasan wayang kulit sekaligus ikut melestarikan kebudayaan lokal terkait wayang kulit yang saat ini mulai ditinggalkan generasi muda, salah satunya karena mereka lebih kenal dengan permainan yang tersaji dari gawai.

Meriah pasca-pandemi

Adanya pandemi COVID-19 sempat membuat tradisi bulusan tidak bisa digelar secara meriah. Tradisi itu hanya digelar secara sederhana tanpa ada rangkaian kegiatan yang bisa mendatangkan massa.

Setelah dua tahun digelar secara sederhana, kini kembali digelar secara meriah. Bahkan, diklaim jauh lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena tercatat ada banyak titik lokasi arena hiburan bianglala.

Jumlah gerai pedagang juga cukup banyak karena diperkirakan mencapai ratusan gerai, mengingat pengunjungnya setiap tahun sebelum pandemi cukup banyak.

Tradisi bulusan, selain untuk melestarikan budaya desa setempat, juga menjadi ajang promosi potensi usaha serta untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

Harapannya para pelaku usaha di desa setempat semakin berkembang dan maju, karena setiap tahunnya ada ajang untuk mempromosikan produk kepada masyarakat luas.

Pengunjung yang hadir pada acara bulusan tersebut, bukan hanya dari Desa Hadipolo, melainkan dari berbagai daerah di Kudus. Bahkan, ada yang berasal dari luar kota hanya untuk melihat tradisi bulusan tersebut.

Dian, salah satu warga Kabupaten Pati, mengakui tertarik melihat tradisi bulusan karena memang unik dan tidak ada di daerah lain.

Ia mengaku sudah beberapa kali menyaksikan tradisi bulusan, termasuk dari saat kirab hingga prosesi pemberian makan pada bulus.

Melihat animo masyarakat, maka tradisi ini juga bisa menjadi alternatif wisata murah di Kudus setelah Lebaran karena terdapat banyak permainan, mulai dari bianglala, tong setan, hingga ada permainan air yang tentunya menjadi daya tarik bagi semua umur.

Tradisi Syawalan di Kabupaten Kudus memang cukup banyak, namun dari yang ada, hanya Tradisi Bulusan yang unik dan berlangsung sejak lama pada era Sunan Kudus.

Tradisi Syawalan lain yang ada di Kudus, yakni tradisi 1.000 Kupat Desa Colo, Kecamatan Dawe, Sendang Jodo, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, dan Tradisi Lomban Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo.

Meskipun hanya ada setiap tahun, namun kolam tempat bulus dipelihara juga sering dikunjungi masyarakat yang memiliki hajat tertentu. Mereka juga menyiapkan sejumlah makanan yang nantinya diberikan kepada bulus yang ada di kolam tersebut.

Alasan bulus tersimpan di kolam khusus yang berada di dekat aliran sungai karena khawatir ketika curah hujan tinggi akan terjadi banjir dan bulus tersebut juga ikut terbawa arus.

Jika saja kolam untuk memelihara bulus yang merupakan salah satu jenis kura-kura bercangkang lunak atau penyu air tawar cangkang lunak (freshwater softshell turtle) tersebut terbentuk lebih menarik, tentunya pengunjung yang hadir di luar acara Syawalan akan tetap banyak. Karena selain memiliki nilai sejarah, juga menjadi arena edukasi bagi generasi muda terkait budi daya hewan air tawar tersebut.

Setelah berkembang menjadi objek wisata baru di Kabupaten Kudus, tentunya akan mendatangkan pemasukan bagi desa serta menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar karena semakin banyak pengunjung, maka akan muncul usaha-usaha baru dalam rangka memenuhi kebutuhan pengunjung.

BACA JUGA: Ribuan Warga Badui Turun Gunung Rayakan Seba

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Prediksi Skor Lille vs Crvena Zvezda Liga Europa 2025/2026
Calvin Verdonk Ukir Dua Rekor di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Calvin Verdonk kembali mencatatkan sejarah di Liga Champions 2026/2027....
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

3

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

4

Threads pesaing X
Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Threads, aplikasi pesaing X (Twitter) yang dikembangkan oleh Meta,...

5

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...
Headline
WhatsApp Image 2026-10-22 at 17.17
Hampir Dua Dekade di Industri Perhotelan, Babak Baru Dimulai: Yunindra Hardino Pimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai General Manager
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung mengumumkan pengangkatan Mr....
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...