BANDUNG, TM.ID: Kabar pergantian Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto semakin mencuat menjelang Pemilu 2024.
Sejumlah politisi senior dan Eksponen Ormas pendiri Golkar dengan lantang menyuarakan Munaslub Golkar guna menggantikan Airlangga Hartarto yang dianggap telah gagal memimpin partai.
Airlangga Dimunaslubkan
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI), Lawrence TP Siburian menegaskan, bahwa rencana Munaslub Golkar akan dilaksanakan pada bulan ini (Juli 2023) dan paling lambat awal bulan depan (Agustus).
BACA JUGA: Kejagung Beberkan Hasil Pemeriksaan Airlangga Soal Kasus CPO
“Rencana akan diaksanakan bulan ini dan paling lambat awal bulan depan,” jelas Lawrence kepada Teropongmedia, saat dihubungi, Kamis (27/7/2023).
“Ya jadi itu terserah Pak Erlangga mau mengundurkan diri atau Pak Erlangga dimunaslubkan oleh kita” tambahnya.
Lawrence menegaskan, desakan Munaslub itu tidak berkait dengan persoalan hukum yang menyeret Airlangga. Inisiatif tersebut murni hanya persoalan politik di tubuh Golkar.
“Kita kan gak tau kalau dia itu ada masalah hukum. Ternyata seperti diketahui dia ada masalah hukum. Dan masalah hukumnya itu banyak. Kebetulan ini satu yang sudah diperiksa sebagai saksi di penyidikan kasus ekspor CPO,” kata politisi Partai Golkar itu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memenuhi panggilan Jaksa Agung Muda Tindak Pindana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (24/7/2023).
Menanggapi hal itu, Lawrence menilai saat ini yang sangat dirugikan adalah partai Golkar. Ia menyebut, kasus hukum semakin mempersulit langkah Airlangga membawa Golkar memenangkan Pemilu 2024.
“Akibat dia punya kasus banyak, jadi dia ga bisa melangkah maju. Dan dia tersandra dengan kasusnya yang berakibat pada tersandarnya Partai Golkar untuk memenangkan pemilu 2024,” tegasnya.
BACA JUGA: Diperiksa 12 Jam, Airlangga Dicecar 46 Pertanyaan oleh Kejagung
Bahkan, Lawrence mengganggap Airlangga mangkir dari tanggungjawab. Pasalnya pada Rapim 2020 lalu, Airlangga telah ditetapkan sebagai Capres-Cawapres, namun sampai saat ini Airlangga belum menentukan langkah pasti.
“Tim aja dia gak bikin, udah tiga tahun. Apalagi rapat rapat, apalagi untuk konsolidasi, untuk pemenangan pamplet baliho, gak ada sama sekali,” ungkapnya.
Lawrence menganggap Airlangga tak memiliki jiwa leadership, sehingga mengakibatkan Partai Golkar terbengkalai dan tersandera.
Ia menilai, airlangga sangat jauh dengan beberapa ketua umum partai lain yang cenderung berhasil membawa part.
“Kenapa gak ada leadership? Ketum partai lain merangkap di kabinet tapi bagus,” katanya.
Lawrence membandingkan Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketum Gerindra dan rangkap Menteri Pertahanan (Menhan), bisa maniakan suara dan elektabilitas. Selain itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang juga naik dan bagus.
“Golkar tuh turun terus dari 14,75, turun ke 12, turun ke 9, hari ini 6. Iya kan? Gak ada perbaikan, gak ada usaha untuk membenahi itu,” jelasnya.
“Ini yang mentriger kita meminta Airlangga mengundurkan diri atau dimunaslubkan supaya partai selamat. Mumpung masih ada waktu 2 bulan lagi,” tegasnya.
(Azis/Aak)