CIANJUR, TEROPONGMEDIA.ID – Kelompok KKN 184 Universitas Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung mengajak warga RW 06 Desa Sindangasih, Kabupaten Cianjur, untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Ajakan tersebut dilakukan melalui penyuluhan pengenalan sampah dan praktik pembuatan lubang resapan biopori.
Kegiatan dilaksanakan pada Minggu (16/8/2026), dengan melibatkan warga RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 05. Penyuluhan berlangsung di Kampung Kebonpentas, sedangkan praktik pembuatan biopori dilaksanakan di Rumbit (Rumah Bibit).
Mengenalkan Pengelolaan Sampah kepada Warga
Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai pengenalan dan pengelolaan sampah. Warga diajak memahami pentingnya memilah sampah, terutama sampah organik yang dapat dimanfaatkan kembali.
Sampah organik seperti daun kering dan sisa sayuran dapat digunakan sebagai bahan kompos. Pengelolaan tersebut menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi sampah rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, KKN 184 mendorong warga agar tidak hanya membuang sampah. Warga juga diajak melihat sampah organik sebagai sesuatu yang masih dapat dimanfaatkan untuk menjaga lingkungan.
Praktik Membuat Lubang Resapan Biopori
Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan lubang resapan biopori di Rumbit (Rumah Bibit). Warga diperkenalkan secara langsung dengan proses pembuatan lubang yang dapat diisi menggunakan sampah organik.
Dalam praktik tersebut, peserta menggunakan beberapa peralatan, seperti pembolong paralon dan cangkul atau pelubang tanah. Wadah bekas bertutup, seperti toples, galon, atau paralon, juga dapat digunakan dalam proses pembuatan.
Sampah organik berupa daun kering dan sisa sayuran kemudian disiapkan sebagai bahan yang dimasukkan ke dalam lubang. Bahan organik tersebut dapat dimanfaatkan dalam proses pengomposan.
Praktik secara langsung diharapkan membuat warga lebih mudah memahami penerapan biopori. Selain memperoleh pengetahuan, warga juga dapat melihat cara sederhana mengelola sampah organik di lingkungan sekitar.
Mengajak Warga Peduli Lingkungan
Kegiatan penyuluhan dan praktik biopori menjadi bagian dari upaya KKN 184 untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga.
Melalui kegiatan bersama warga RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 05, KKN 184 berharap pengetahuan mengenai sampah dan biopori dapat diterapkan secara berkelanjutan. Warga juga diharapkan semakin peduli dalam memilah sampah organik sebelum membuangnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui keterlibatan masyarakat. Edukasi yang disertai praktik menjadi salah satu cara untuk mendorong warga menerapkan pengelolaan sampah secara langsung.










