BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Kelompok 1 melaksanakan program SOLMATE (Solusi Sampah Organik dengan Maggot, Takakura, dan Larvasida Terpadu) di RW 05 Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah organik sekaligus pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Kegiatan diikuti puluhan warga dari berbagai kalangan, mulai dari remaja, ibu rumah tangga, hingga bapak-bapak. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara yang dipandu oleh Astira Kosmawati selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai pengelolaan sampah organik dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan yang disampaikan oleh Winda Agustina.
Setelah sesi penyuluhan, peserta diajak menyaksikan penayangan video edukatif mengenai pembuatan keranjang Takakura dan larvasida alami sebagai upaya pengolahan sampah dan pengendalian vektor penyakit. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi langsung yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Demonstrasi pembuatan keranjang Takakura dipandu oleh Farhan Nawawi ditemani salh satu anggota Karang Taruna Desa Cikadut. Melalui praktik langsung ini, para peserta diperkenalkan pada metode pengomposan sederhana yang dapat diterapkan di rumah untuk mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat.
Selanjutnya, demonstrasi pembuatan larvasida alami dilaksanakan oleh Aisyah Nazwa bersama ibu-ibu warga RW 05. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan untuk membantu mengendalikan perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Tidak hanya itu, Sandika dan Deska memperkenalkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan sampah organik. Demonstrasi budidaya maggot dilakukan secara interaktif, mulai dari pengenalan media budidaya hingga pemanfaatan maggot sebagai pengurai sampah organik. Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, maggot yang telah dibudidayakan turut diberikan kepada warga agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri.
Perwakilan mahasiswa kelompok 1 menyampaikan, “Melalui SOLMATE, kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pengelolaan sampah organik dengan cara yang sederhana, murah, dan bermanfaat. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlanjut di tingkat rumah tangga maupun lingkungan masyarakat.”
Selain mahasiswa, kader posyandu juga dilibatkan untuk mendampingi warga selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program setelah kegiatan pengabdian berakhir.
Warga RW 05 menyambut positif kegiatan tersebut. Salah seorang peserta menyampaikan apresiasinya, “Program ini sangat bermanfaat karena sampah rumah tangga dapat diolah menjadi kompos dan maggot yang memiliki nilai guna bahkan berpotensi menambah penghasilan. Selain itu, masyarakat juga memperoleh pengetahuan tentang pencegahan nyamuk penyebab DBD. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan.”
Program SOLMATE membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, kader, Karang Taruna, dan masyarakat dapat menciptakan gerakan lingkungan sehat yang berdampak nyata. Melalui edukasi dan praktik langsung, warga RW 05 Desa Cikadut kini memiliki langkah konkret menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus pencegahan penyakit berbasis lingkungan.











