Tekan Pernikahan Dini dan Kenakalan Remaja, Mahasiswa UIN Saifuddin Zuhri Gelar Sosialisasi di Telaga Menjer

UIN Saifuddin Zuhri
(Farah Nada Rizkiyah)
-

Tidak ada video disisipkan.

WONOSOBO, TEROPONGMEDIA.ID — Sosialisasi bertema Gen Z Dilema Masa Remaja diselenggarakan oleh kelompok 66 Universitas Islam Negeri (UIN) Saifuddin Zuhri Purwokerto berkolaborasi dengan Pusat Informasi Dan Konseling Remaja (PIK-R) desa Maron di pelataran Telaga Menjer, Jumat (07/02/25).

Acara ini membahas antara pernikahan dini dan kenakalan remaja di era digital, dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada remaja mengenai dampak pernikahan dini dan kenakalan remaja, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dalam seminar pemateri pertama, Dias Akrom Permana, Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, men jelaskan bahwa pernikahan di bawah usia 19 tahun tidak hanya bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia, tetapi juga membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan, pendidikan, serta sosial-ekonomi.

“Remaja yang menikah dini berisiko mengalami komplikasi kehamilan, putus sekolah, hingga keterbatasan ekonomi. Selain itu, di era digital, akses mudah terhadap konten yang tidak sesuai juga menjadi faktor meningkatnya angka pernikahan dini,” ujar Dias.

Selanjutnya dalam pemateri kedua, Kasmarani Trijana Fika menjelaskan Kenakalan remaja merupakan perilaku menyimpang yang melanggar hukum, norma agama, dan sosial. Menurut WHO, remaja berusia 10–19 tahun, namun di Indonesia bisa mencapai 24 tahun. Masa ini merupakan fase pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh negatif.

“Faktor penyebabnya bisa bersifat internal, seperti perubahan psikologis dan pengaruh teman sebaya, maupun eksternal, seperti lingkungan keluarga yang kurang harmonis dan media sosial. Dampaknya meliputi penurunan prestasi akademik, masalah sosial, bahkan keterlibatan dalam tindakan kriminal, ujarnya.”

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari remaja khususnya Desa Maron yang merasa mendapatkan wawasan baru terkait tantangan yang mereka hadapi di era digital. Ketua KKN kelompok 66, Hanan Ali Albani, menyampaikan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesadaran remaja tentang risiko yang mungkin mereka hadapi.

“Banyak remaja yang masih kurang memahami dampak dari pernikahan dini dan bagaimana mereka bisa terjebak dalam pergaulan yang salah akibat pengaruh digital. Melalui program ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih luas agar mereka bisa mengambil keputusan yang lebih bijak,” ujar Hanan.

Program ini menghadirkan Pemateri dari aktivis mahasiswa Purwokerto, memaparkan berbagai sesi diskusi, termasuk pemaparan psikolog remaja, simulasi kasus, serta pemutaran video edukatif.

Ketua PIK-R Gemaraga, Prisca Listimiyana, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Mahasiswa KKN yang telah menginisiasi program ini.”Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak remaja yang sadar akan pentingnya pendidikan dan pengendalian diri di era digital,” ujarnya.

Selain itu, program ini melibatkan tokoh masyarakat dan remaja dalam sesi diskusi interaktif, sehingga pemahaman tentang pernikahan dini dan kenakalan remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab remaja itu sendiri, tetapi lingkungan dan sekitarnya.

Pembina PIK-R, Bariyah, mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Mahasiswa KKN yang telah menginisiasi program ini.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak remaja yang sadar akan pentingnya Pendidikan dan pengendalian diri di era digital,” ujarnya.
Dengan sosialisasi ini, para Mahasiswa
berharap edukasi pernikahan dini dan kenakalan remaja dapat terus diperluas keberbagai daerah lainnya.

 

(Farah Nada Rizkiyah/Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025