Kisah Heroik dr. Aaron, Terpaksa Amputasi Korban di Tengah Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

dr aaron al khoziny
(kolase)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di balik puing-puing runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, muncul kisah luar biasa tentang keberanian dan kemanusiaan.

dr. Aaron Franklyn Suaduon Simatupang, seorang dokter TNI muda, menjadi sosok yang menorehkan harapan di tengah duka. Dia harus mengambil keputusan melakukan amputasi darurat di bawah reruntuhan demi menyelamatkan nyawa seorang santri bernama Nur Ahmad (16 tahun).

Kisah Pahlawan di Tengah Reruntuhan

Senin sore, 29 September 2025, langit Sidoarjo berubah muram. Suara azan Asar baru saja berkumandang saat bangunan musala Ponpes Al Khoziny tiba-tiba ambruk, menelan puluhan santri di dalamnya.

Dalam sekejap, lantai yang kokoh berubah menjadi kuburan beton. Tangisan dan teriakan meminta tolong bergema di antara serpihan bata dan debu. Di tengah kepanikan itu, dr. Aaron, bersama tim medis dan relawan, merayap ke celah-celah sempit puing bangunan.

Bau semen dan debu bercampur dengan udara tipis yang membuat napas terasa berat. Namun langkahnya mantap. Di antara reruntuhan, terdengar suara lirih seorang remaja, Nur Ahmad, terjebak, lengannya tertindih bongkahan beton besar.

Keputusan Sulit

Situasi yang dihadapi bukan sekadar medis, tapi pertaruhan antara hidup dan mati. Tim penyelamat dihadapkan oleh  2 pilihan, menunggu alat berat datang dengan risiko kehilangan darah berlebih atau melakukan amputasi di tempat, tanpa alat operasi lengkap, tanpa penerangan memadai.

Setelah berdiskusi cepat dengan tim dokter senior, keputusan pahit diambil, amputasi harus dilakukan. dr. Aaron, dengan tangan yang gemetar namun hati yang tegas, bersiap menjalankan tindakan berisiko tinggi itu.

“Saya sudah siap mati bersama pasien kalau bangunan itu runtuh. Karena salah gerak sedikit saja, bisa ambruk,” ujarnya.

Detik-Detik Amputasi di Bawah Puing Beton

Dengan alat seadanya dan bantuan penerangan senter, proses amputasi berlangsung sekitar sepuluh menit. Suara gergaji bedah berpadu dengan gemeretak reruntuhan yang rapuh. Di sela ketegangan itu, dr. Aaron menjaga Nur Ahmad tetap sadar, terus menenangkannya agar tidak panik.

“Kita bawa keluar itu, darahnya tidak banyak yang keluar. Alhamdulillah, dia selamat,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Setelah lengan kiri Nur Ahmad terpotong, tim segera melakukan stabilisasi luka dan membawa korban keluar dari reruntuhan. Langkah-langkah kecil di atas puing menjadi saksi bisu perjuangan antara maut dan harapan.

Menurut dr. Larona Hydravianto, keputusan amputasi yang dilakukan di lokasi reruntuhan bukanlah pilihan mudah. Namun dalam dunia medis darurat, menyelamatkan nyawa adalah prioritas tertinggi.

Baca Juga:

Di Antara Puing dan Takdir, Kisah Nur Ahmad Santri yang Harus Kehilangan Lengan Saat Tragedi Al Khoziny

Update Hari Ketujuh: Korban Tewas Ponpes Al Khoziny Jadi 37 Orang

“Kita harus melakukan amputasi atau menghilangkan bagian tubuh, tapi prinsipnya jelas: life saving is number one. Nyawa lebih penting dari anggota tubuhnya,” ujarnya pada Jumat, (3/10/2025).

Keputusan yang berat itu bahkan sempat menuai protes dari keluarga korban. Namun berkat pendekatan lembut dan penjelasan penuh empati dari tim dokter, akhirnya keluarga menerima tindakan tersebut.

“Kondisinya sempit, berbahaya bagi tenaga medis kami. Tapi harus dilakukan,” kata dr. Atok Irawan, Direktur Utama RSUD R.T. Notopuro.

Sosok dr. Aaron Franklyn Suaduon Simatupang

Tak banyak yang tahu siapa sebenarnya dr. Aaron. Dari penelusuran, ia adalah dokter TNI yang bertugas di bawah supervisi dr. Larona Hydravianto, Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RSUD Notopuro Sidoarjo.

Lahir di Jayapura, Papua, pada 29 Januari 1994, sosoknya dikenal tenang namun tegas. Selain berlatar pendidikan kedokteran, disebutkan bahwa ia juga menyelesaikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Pembangunan Panca Budi.

(Anisa Khoifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026