Kilas Sejarah dan Kejayaan dari Seni Rupa Keramik Plered

Keramik Plered
Keramik Plered (pexels)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kerajinan keramik Plered, Karawang, memiliki sejarah panjang yang kaya, penuh dengan pasang surut dari masa penjajahan hingga era modern.

Meskipun sulit melacak awal mula pastinya, catatan tertulis menunjukkan produksi genteng dan gerabah telah ada sejak tahun 1795, masa penjajahan Belanda.

Era Awal (1795 – 1935)

Produksi awal difokuskan pada genteng tradisional untuk mengganti atap rumah-rumah penduduk. Pada tahun 1904, tokoh-tokoh seperti Dasjan, Sarkun, Wasja, dan Suhara memulai produksi gerabah kasar untuk kebutuhan rumah tangga.

Pengaruh Kolonial dan Perang (1935 – 1949)

Kedatangan perusahaan Belanda, Hendrik De Boa, pada tahun 1935, menandai dimulainya penggunaan glasir dalam produksi gerabah.

Masa penjajahan Jepang membawa penderitaan, namun pabrik De Boa (berganti nama menjadi Toki Kojo) tetap beroperasi.

Produksi keramik nyaris terhenti selama masa kemerdekaan karena banyak pengrajin terlibat dalam perjuangan.

BACA JUGA : 2 Jenis Nirmana dan Pentingnya Mempelajari Seni Rupa

Masa Kejayaan dan Kemunduran (1950 – 1990)

Setelah kemerdekaan, produksi keramik Plered bangkit kembali. Pendirian Induk Keramik pada tahun 1950, di bawah bimbingan Bung Hatta dan Dinas Perindustrian Jawa Barat, menandai masa kejayaan.

Produk-produk berkualitas tinggi bahkan digunakan dalam proyek-proyek nasional seperti Masjid Istiqlal. Namun, Induk Keramik dan pabrik De Boa akhirnya gulung tikar karena kesalahan manajemen.

PT. Asep Abubakar, yang sempat melakukan ekspor, juga mengalami kebangkrutan pada tahun 1990.

Inovasi dan Kebangkitan Kembali (1985 – Sekarang)

Suratani, seorang pengrajin Plered, pada tahun 1985, berinovasi dengan teknik pembakaran tunggal yang menghasilkan produk berkualitas ekspor.

Inovasi ini meraih penghargaan dari Presiden RI dan menghidupkan kembali industri keramik Plered. Industri gerabah terracotta mengalami booming pada tahun 1990-an hingga 2000-an.

Generasi Pengrajin Keramik Plered

  • Generasi Pertama (1904-1915): Ki Dasjan, Sarkun, Aspi, dan Entas.
  • Generasi Kedua (1920-an): Saad, Tarman, Sura, dan Arsah.
  • Generasi Ketiga (1925-an): Darma Kapal, Abu Gani, Soleh, dan Suarno.

 

(Hafidah Rismayanti/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Kelurahan Cantik 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Pembangunan Berbasis Data Statistik
Kelurahan Cantik 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Pembangunan Berbasis Data Statistik
bank bjb Kerjasama dengan Lanud Husein Sastranegara Tingkatkan Layanan Perbankan
bank bjb Kerjasama dengan Lanud Husein Sastranegara Tingkatkan Layanan Perbankan
1457387472
Prediksi Skor Korea Selatan vs El Salvador: Taeguk Warriors Incar Kemenangan Sebelum Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar