Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru, Ada Dugaan Bunuh Diri

Diplomat Kemlu
(dok. Komnas HAM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan yang ditemukan dalam kondisi wajah terlilit lakban di kamar kosnya masih menyisakan banyak misteri.

Banyak pihak yang beranggapan kematian diplomat kemlu tersebut merupakan kasus pembunuhan, tapi tidak sedikit juga yang menganggap kematian Arya Daru karena bunuh diri.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam, mengatakan kasus bunuh diri dengan metode melilitkan lakban pada wajah bukanlah yang pertama terjadi, melainkan pernah ditemukan pada kasus sebelumnya.

“Metode bunuh diri dengan menggunakan lakban juga digunakan oleh beberapa orang,” kata Anam, dikutip Kamis (17/6/2025).

Meskipun metode bunuh diri tersebut tergolong tidak umum dibandingkan dengan cara gantung diri, Anam menilai kemungkinan hal itu terjadi tetap ada.

“Nah itu yang akan kami pastikan lebih lanjut,” ujar Anam kepada para wartawan.

Selain itu, tim Kompolnas berencana menelusuri latar belakang kondisi psikologis korban. Riwayat tersebut dinilai penting untuk mengungkap penyebab kematian, termasuk untuk menilai kemungkinan korban meninggal karena bunuh diri.

“Apakah memang korban itu memiliki rekam jejak yang dekat sekali dengan problem (keinginan) bunuh diri,” ucap Anam.

Ia mengatakan jika Diplomat Kemlu ditanyatakan bunuh diri, pihaknya akan memberikan klarifikasi.

“Kalau itu bunuh diri, kami akan klarifikasi. Apa kira-kira alasannya?”

Diberitakan sebelumnya, Arya Daru ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar nomor 105 Guest House Gondia, kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Jenazahnya pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB pada Jumat pagi.

Saat ditemukan, kepala diplomat Kementerian Luar Negeri itu tampak terlilit lakban, sementara tubuhnya tertutup selimut dan terbaring di atas kasur.

“Korban ditemukan dalam posisi terbaring, kepala tertutup lakban, dan tubuh diselimuti,” ungkap Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, dalam keterangannya.

Baca Juga:

Puan Maharani Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Kematian Diplomat Kemlu

Usut Kematian Diplomat Kemlu, Polisi Terapkan Metode Scientific Investigation

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kepemilikan sidik jari yang ditemukan pada lakban yang melilit wajah korban.

“Proses identifikasi dan penyelidikan masih terus berjalan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi.

(Virdiya/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun