JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mencatat lonjakan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum pada periode Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah. Kenaikan tercatat sebesar 8,58 persen dibandingkan musim mudik tahun sebelumnya.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyampaikan bahwa tingginya jumlah penumpang masih dalam kondisi terkendali. Ia juga menegaskan bahwa moda transportasi kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat.
Secara kumulatif, jumlah penumpang angkutan umum sejak H-8 hingga hari H Lebaran mencapai 10.887.584 orang, meningkat dari 10.027.482 orang pada Lebaran 2025.
Dari sisi moda transportasi, kereta api mencatat jumlah penumpang terbanyak dengan 3.349.343 orang atau naik 13,46 persen. Disusul angkutan penyeberangan sebanyak 2.664.004 orang (naik 14,01 persen), angkutan udara 2.397.192 orang (naik 2,95 persen), bus 1.693.931 orang (naik 9,37 persen), serta angkutan laut sebanyak 783.114 orang.
Baca Juga:
Arus Balik Lebaran di Terminal Leuwipanjang Alami Kenaikan
Pada hari H Lebaran, pergerakan penumpang angkutan umum mencapai 873.916 orang. Rinciannya, kereta api melayani 364.649 penumpang, angkutan udara 206.785 penumpang, penyeberangan 177.564 penumpang, bus 103.777 penumpang, dan angkutan laut 21.141 penumpang.
Selain itu, arus kendaraan juga terpantau meningkat di berbagai titik. Di gerbang tol Jakarta, kendaraan yang keluar tercatat 193.237 unit, sedangkan yang masuk mencapai 122.074 unit. Total lalu lintas kendaraan di gerbang tol Jabodetabek mencapai 380.753 unit, sementara di luar Jabodetabek tercatat 353.546 unit.
Untuk jalur arteri, kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek mencapai 601.275 unit dan yang masuk sebanyak 460.089 unit. Sementara di luar Jabodetabek, pergerakan kendaraan mencapai 607.366 unit.
Kemenhub pun mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi arus balik yang diprediksi mencapai puncaknya pada Selasa (24/3) atau H+3 Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal, menghindari waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan agar tetap aman dan nyaman,” ujar Ernita.











