Joged Bumbung Gek Wik Bikin Heboh! Satpol PP Bali Turun Tangan

Joged Bumbung
Joged Bumbung (instagram/@gekwik_21)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Jagat maya kembali dihebohkan oleh video penampilan tari Joged Bumbung yang viral di media sosial. Meski video ini direkam pada tahun 2024, unggahan ulangnya di tahun 2025 langsung memicu perdebatan publik.

Hal ini menjadi sorotan adalah gaya penari bernama Gek Wik, yang dinilai memperagakan gerakan tari secara berlebihan dan menjurus erotis.

Aksi Joged Bumbung Gek Wik tersebut terekam di sebuah acara di Jimbaran. Alih-alih dianggap sebagai bentuk ekspresi seni, penampilan itu justru mendapat kritik keras karena dinilai menodai nilai luhur budaya Bali yang selama ini dijunjung tinggi.

Tak tinggal diam, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali mengambil langkah cepat dengan memanggil Gek Wik untuk dilakukan pembinaan langsung.

“Itu bukan tarian joged, hanya menggunakan pakaian joged. Ini yang menjadi penekanan kami agar Gek Wik dan penari lainnya tidak melakukan hal serupa. Kita harus menjaga citra seni dan budaya kita yang adiluhung,” ujar Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, pada Senin (19/5/2025).

Baca Juga:

Penari Joget Bumbung Dipanggil Satpol PP Usai Viral, Dianggap Erotis!

Viral Battle Sound Horeg di Laut, Pengamat Sebut Bisa Mengancam Nyawa Satwa Laut!

Lakukan Pembinaan

Menurut Dharmadi, Satpol PP belum melangkah ke ranah hukum atau sanksi administratif, namun fokus pada pembinaan edukatif. Namun, ia memberi catatan serius terhadap kemungkinan sanksi jika kejadian serupa terulang.

“Ini belum kami sampai ke sana, tapi lebih kepada pembinaan dulu. Tapi catatan ke depan, kalau saja kami dapati hal seperti ini pada yang lain, termasuk Gek Wik juga,” tegasnya.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen menjaga martabat seni tradisi Bali, sekaligus menghindari penyalahgunaan panggung budaya sebagai ajang viral semata. Dalam konteks kekinian, di mana seni mudah dibelokkan untuk konten media sosial, peran edukasi budaya menjadi sangat penting.

Selain pembinaan terhadap individu, Dharmadi juga menyoroti pentingnya peran desa adat dalam mengatur etika pementasan seni oleh warganya. Ia mengusulkan agar desa adat menerapkan perarem atau aturan adat yang tegas dalam menjaga kesakralan seni.

“Tentu ini menjadi salah satu konsen kami dengan para penglingsir kita, Bendesa Adat dan Majelis Desa Adat untuk membina kramo desa adatnya agar bisa melaksanakan, menjaga tradisi seni, budaya dan kearifan lokal kita,” tutupnya.

Kasus Gek Wik menjadi contoh nyata bagaimana batas antara seni budaya dan sensasi viral kini makin tipis. Ke depan, penting bagi para seniman dan masyarakat umum untuk memahami bahwa popularitas tidak boleh dibayar dengan hilangnya nilai kultural. Seni Joged bukan sekadar hiburan, tapi juga warisan budaya yang perlu dijaga keasliannya.

(Hafidah Rismayanti/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

Praktik perjudian
4 Orang Diduga Terlibat Praktik Perjudian Ditangkap Polsek Oba Utara
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Polsek Oba Utara, Polresta Tidore Kepulauan tangkap empat orang yang...

2

Desa Penglipuran
Desa Penglipuran: Oase Ketenangan di Bali yang Menjaga Harmoni Alam dan Tradisi
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pagi di Desa Penglipuran selalu dimulai dengan keheningan yang menenangkan....

3

ii
Hangatnya Lezat! favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Promo Spesial Sop Iga
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dalam rangka memanjakan lidah para pecinta kuliner khas Nusantara,...

4

Jemaah Haji Maluku Utara
Gubernur Sherly Beri Uang Saku Rp 1 Juta Untuk 1.076 Jemaah Haji Maluku Utara
MALUT, TEROPOPNGMEDIA.ID — Sebanyak 1.076 calon jemaah haji Maluku Utara (Malut) resmi dilepas...

5

Surat Ghafir
Kenapa Surat Ghafir Punya 3 Nama? Simak Penjelasannya
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Surat Ghafir atau Surat At-Taul adalah nama lain dari surat Al Mu’minun....
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...