JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kabar mengejutkan datang dari dunia bisnis kuliner. Jerome Polin resmi mengumumkan penutupan bisnis minuman miliknya, Menantea, setelah berjalan selama lima tahun.
Seluruh operasional Menantea akan dihentikan permanen mulai 25 April 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu brand minuman yang sempat ramai diburu anak muda di berbagai kota.
Dari Viral ke Tumbang
Sejak berdiri pada April 2021, Menantea tumbuh cepat berkat kekuatan branding dan basis penggemar Jerome. Cabang bermunculan, antrean pelanggan sempat jadi pemandangan biasa, dan bisnis terlihat melaju mulus.
Namun di balik tampilan sukses itu, ternyata ada persoalan serius yang tak terlihat publik.
Jerome Bongkar Dugaan Pengkhianatan Partner
Jerome mengungkap bahwa sejak awal ia menggandeng seorang partner yang dianggap senior di dunia F&B. Pembagian tugas dibuat jelas: Jerome fokus pada promosi dan konten, sementara operasional serta keuangan dipegang pihak partner.
Masalahnya, kepercayaan itu diduga justru jadi celah.
Menurut penjelasan yang dibenarkan Jerome, laporan keuangan rutin diberikan dalam bentuk file Excel dan selalu menunjukkan kondisi bisnis yang sehat.
Akibatnya, tak ada kecurigaan berarti selama kerja sama berlangsung.
Audit Buka Fakta Mengejutkan
Situasi berubah saat pada 2023 muncul kabar kondisi keuangan perusahaan memburuk drastis. Padahal dari luar, Menantea masih terlihat ekspansif.
Kecurigaan itu akhirnya diuji lewat audit internal. Hasilnya mengejutkan: dana perusahaan diduga dipakai untuk kepentingan pribadi oleh oknum tertentu.
Jerome menyebut total kerugian mencapai Rp38 miliar—angka yang langsung bikin publik tercengang.
Uang Pribadi Ikut Terkuras
Tak berhenti di sana, Jerome dan sang kakak, Jehian Polin, juga disebut harus mengeluarkan dana pribadi hingga miliaran rupiah demi menutup biaya operasional, gaji karyawan, bahan baku, hingga ganti rugi.
“Pelajaran yang sangat penuh air mata, mahal dan berharga.”
Kalimat itu merangkum betapa berat harga yang harus dibayar dari sebuah kepercayaan yang salah tempat.
Tak Tempuh Jalur Hukum, Pilih Move On
Yang paling mengejutkan, Jerome memilih tidak membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia juga tidak membuka identitas pihak yang diduga terlibat.
Alih-alih memperpanjang konflik, ia memilih menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran besar dalam perjalanan bisnisnya.
Baca Juga:
Thomas Ramadhan Keluar dari GIGI, Apa Penyebabnya?
Arya Khan Ngaku Stres Nikahi Pinkan Mambo: Aku Sering Pusing
Tutupnya Menantea bukan hanya soal sebuah brand berhenti beroperasi. Ini juga jadi pengingat keras bahwa bisnis besar bisa runtuh bukan karena sepi pembeli, melainkan karena pengelolaan yang bermasalah.
Dari luar terlihat manis. Di dalam, bisa jadi sudah retak sejak lama.
(Dist)











