Janggal, Aktivis Lingkungan NTT Ditemukan Tewas Terikat di Pondok

aktivis lingkungan NTT tewas
(pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Aktivis lingkungan di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Rudolfus Oktavianus Ruma alias Vian Ruma (30), ditemukan tewas terikat di sebuah pondok pada Jumat (5/9/2025).

Dalam foto dan video yang beredar, aktivis lingkungan itu ditemukan tewas dalam kondisi tergantung. Jenazah ditemukan tergantung dengan kaki menyentuh tenda pondok dan lutut tertekuk.

Warga setempat menilai kematian Vian penuh kejanggalan. Selain sebagai aktivis lingkungan, Vian selama ini dikenal warga sebagai guru matematika di SMPN 1 Nangaroro, Nagekeo.

Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, Kristoforus Kese (31), menyatakan kematian Vian Ruma menimbulkan banyak pertanyaan.

“Dari kacamata awam, ini peristiwa agak janggal. Bagaimana posisinya itu gantung dengan lutut tekuk, baru kakinya masih menyentuh tenda pondok,” kata Kristoforus, Senin (8/9/2025).

“Kalau dia gantung diri kan pasti tidak sentuh tanah atau tenda di pondok. Ini kan tidak.”

Kristoforus pun menyoroti sepeda motor korban yang terparkir di dekat pondok. Menurutnya, akses ke pondok tersebut cukup rumit sehingga Vian diragukan pergi ke pondok sendirian.

Warga pun meminta Polres Nagekeo mengusut kasus kematian Vian Ruma secara tuntas. Polisi diminta menyelidiki peristiwa ini secara transparan hingga bisa menentukan penyebab kematian.

Baca Juga:

Usai Vokal Suarakan Tuntutan 17+8, Aktivis Ini Diteror Paket Isi Kepala Babi!

Aktivis 98 Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

“Korban ini menurut kami mati tidak wajar. Kita minta kepolisian untuk selidiki peristiwa ini secara transparan dan tuntas. Kalau bisa, jenazahnya diotopsi,” kata Kristoforus, dikutip Kompas.com.

Lebih lanjut, Kristoforus menyebut rekan-rekan di OMK Paroki Hati Kudus Yesus sempat menghubungi korban sebelum jenazah ditemukan. Namun, nomor korban tidak aktif.

Kristoforus mengaku terakhir bertemu Vian saat pergi ke Nubosi pada 30 Agustus lalu. Korban disebut aktif berkegiatan dan terlibat menjadi panitia dalam acara OMK.

“Dia sangat baik, hemat bicara. Dia sering mengusulkan dalam diskusi di forum. Dia tidak merokok, juga tidak minum. Dia pribadi yang bertanggung jawab. Dia aktif di OMK sejak tamat kuliah,” katanya.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial