BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, melontarkan kritik tajam terhadap performa Manchester United di bawah asuhan Ruben Amorim.
Ia menilai bahwa tim saat ini adalah yang terburuk yang pernah ia saksikan sepanjang hidupnya.
Sejak ditunjuk menggantikan Erik ten Hag pada November lalu, Amorim kesulitan membawa Manchester United kembali ke jalur kemenangan.
Meskipun datang dengan reputasi kuat usai menjuarai liga dua kali bersama Sporting Lisbon, ia belum mampu menunjukkan perkembangan signifikan di Old Trafford.
Dalam 16 pertandingan terakhir di Premier League, United hanya meraih lima kemenangan, sementara kekalahan dari Fulham di Piala FA semakin memperburuk situasi.
Carragher, dalam kolomnya di The Telegraph, mempertanyakan apakah ada perbaikan nyata setelah kedatangan Amorim.
Menurutnya, tim saat ini bahkan tidak terlihat lebih baik dalam hal organisasi dan struktur permainan dibanding era Ten Hag.
“Ini adalah tim terburuk United sepanjang hidup saya. Setidaknya setelah pergantian manajer, Anda berharap ada perbaikan dalam organisasi permainan, tetapi itu tidak terjadi,” tulis Carragher, dikutip Sabtu (8/3/2025).
Ia juga menyoroti kurangnya perkembangan individu para pemain di bawah kepemimpinan Amorim.
“Apakah ada satu pemain pun yang terlihat lebih baik daripada saat masih di bawah asuhan Ten Hag? Sejauh ini, para pemain tidak merespons dengan baik metodenya,” ucapnya.
Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah kegigihan Amorim dalam menerapkan formasi 3-4-3, meskipun hasilnya belum memuaskan.
Keengganannya untuk melakukan penyesuaian taktis disebut semakin menimbulkan frustrasi di kalangan pendukung dan analis.
Carragher membandingkan situasi Amorim dengan beberapa manajer lain yang mampu memberikan dampak cepat di klub baru mereka.
BACA JUGA:
Real Sociedad Tahan Imbang Manchester United 1-1 Leg Pertama Liga Europa
Ruben Amorim Targetkan Kemenangan Manchester United atas Everton
Ia mencontohkan bagaimana David Moyes di West Ham, Oliver Glasner di Crystal Palace, Nuno Espirito Santo di Nottingham Forest, Unai Emery di Aston Villa, dan Eddie Howe di Newcastle United mampu menghadirkan perubahan dalam waktu singkat.
“David Moyes telah memenangkan 15 poin dari 24 yang tersedia sejak mengambil alih West Ham, hanya satu kemenangan lebih sedikit dari Amorim. Namun, United hanya meraih 18 poin dari 48 sejak ditangani Amorim. Itu harus menjadi perhatian,” ungkap Carragher.
Sebagai perbandingan, ia juga menyoroti keberhasilan Glasner di Crystal Palace dalam menerapkan formasi yang sama dengan Amorim, yaitu 3-4-3, tetapi dengan hasil yang jauh lebih positif.
“Pelatih yang baik akan mengeluarkan potensi penuh dari para pemainnya, apa pun sistem yang mereka gunakan. Glasner telah melakukannya di Palace, sementara Amorim masih berjuang di United,” katanya.
Carragher menutup kritiknya dengan membandingkan Amorim dengan Mikel Arteta, yang pada awal kepemimpinannya di Arsenal juga menghadapi tantangan berat, tetapi perlahan mampu membangun tim yang kompetitif.
Manchester United kini berada dalam tekanan besar, dan laga melawan Arsenal akhir pekan ini bisa menjadi ujian krusial bagi Amorim dalam membuktikan kapasitasnya sebagai manajer di Premier League.
(Budis)