Wahana Baru di Old Trafford Ada Air Terjun Saat Pertandingan Melawan Arsenal

Old Trafford
Stadion Old Trafford Bocor saat melawan arsenal (Foto: Tangkapan Layar X @Utdplug)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Manchester United mendapat sorotan tajam setelah kejadian atap stadion Old Trafford bocor saat pertandingan melawan Arsenal pada Minggu (12/5/2024). Atap stadion mengalami kebocoran parah sehingga air hujan mengalir deras seperti air terjun, menggenangi tribune penonton dan ruang ganti pemain lawan.

Kebocoran di Banyak Titik

Dilaporkan oleh Daily Mail, para pekerja yang memakai topi keras dan jaket high-vis terlihat turun di Old Trafford kurang dari 24 jam setelah air hujan terlihat mengalir dari atap. Manchester United menegaskan bahwa para pekerja tersebut sedang melakukan pemeliharaan yang telah direncanakan sebelumnya, namun kebetulan terjadi bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur stadion segera setelah pertandingan berakhir, di mana mereka kalah 1-0 dari Arsenal.

Hujan deras yang disertai badai petir membanjiri stadion berusia 114 tahun tersebut. Air terlihat mengalir dari salah satu sudut stadion, mengalir di antara Stand Sir Alex Ferguson dan Stand Timur, menciptakan efek air terjun. Selain itu, air juga mengalir menuruni tangga di Stand Sir Bobby Charlton hingga membanjiri parit di sekitar lapangan.

Video Viral di Media Sosial

Video yang beredar di media sosial menunjukkan bagaimana banjir terjadi di bawah kursi penonton dan di area pertemuan terowongan pemain dengan ruang ganti. Pemandangan ini memicu reaksi keras dari para fans yang marah terhadap kondisi stadion dan menuding pemilik lama klub, keluarga Glazer.

Fans Menuntut Tanggung Jawab Glazers

Para fans mengungkapkan kemarahan mereka di media sosial, menyalahkan Glazers atas kondisi buruk stadion. Seorang fans menulis di platform X, “Ini adalah akibat langsung dari penolakan Glazer untuk berinvestasi di Old Trafford.” Fans lainnya menambahkan, “Old Trafford adalah salah satu stadion sepak bola paling ikonik di dunia. Setelah 20 tahun diabaikan, inilah yang terjadi. ‘Kebocoran’ atap ini hanyalah gambaran kecil dari semua masalah yang ada di klub.”

BACA JUGA: Arsenal Vs Manchester United: The Gunners Rebut Kemenangan Tipis di Old Trafford

Rencana Investasi Pemilikn Baru

Di tengah kekacauan ini, pemilik minoritas baru, Sir Jim Ratcliffe, telah berjanji untuk mengeluarkan dana awal sebesar £237 juta untuk memperbaiki infrastruktur di stadion yang berkapasitas 74.310 orang tersebut. Janji ini diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah struktural yang telah lama diabaikan dan membawa kembali kejayaan Old Trafford sebagai salah satu stadion sepak bola paling ternama di dunia.

 

 

(Mahendra/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City