BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Indonesia Pingpong League (IPL) Season 2 resmi digelar. Ajang ini digelar di Gedung Gymnasium Kampus UPI Bumi Siliwangi, Kota Bandung pada Sabtu, 3 Mei 2025.
Ini menjadi wadah bagi para atlet tenis meja untuk mematangkan kemampuannya. Apalagi ajang yang digelar rutin tahunan tersebut mulai melibatkan pemain asing.
Terdapat 4 seri pada IPL Season 2 ini. Setiap seri akan digelar secara bergiliran di beda daerah. Nantinya seri 4 atau seri grand final akan digelar di Jakarta dan mempertemukan atlet terbaik di Divisi Elite.
Menurut Penanggung Jawab IPL, Mayjen. M. Saleh mengungkapkan ajang ini bertujuan untuk memantik semangat banyak pihak agar kembali menghidupkan olahraga tenis meja.
Baginya, ajang ini sangatlah diperlukan bagi klub maupun atlet. Sebab, dari ajang tersebut bisa memunculkan potensi-potensi atlet untuk masa depan olahraga tenis meja di Indonesia.
“Ini merupakan season ke-2, season pertama tahun kemarin, dan ini sudah masuk season ke-2. Rencana nanti kita ada 4 series, dan nanti Grand Final di Jakarta. Series pertama di Bandung, series kedua di Semarang, ketiga di Surabaya, keempat di Jakarta,” buka Saleh kepada awak media.
“Kita ingin mengaktifkan olahraga tenis meja yang dulu berprestasi dan mengaktifkan kembali supaya kehidupan dari olahraga tenis meja ini bisa bangkit lagi. Ya, kita ada dari muda, youth, pemuda awal, usia dini, sekarang ada juga senior,” jelasnya.
Baca Juga:
Habib Jafar dan Onad Tanding Tenis Meja, Netizen Salfok Pakaian Mereka
Bungkam Swiatek, Alexandra Eala Kembali Hadapi Sang Ratu Tenis Dunia di Madrid!
Saleh melanjutkan, banyak perbedaan yang terlihat pada ajang ini. Selain melibatkan lebih banyak klub dan atlet, IPL Season 2 juga mendatangkan atlet-atlet luar negeri.
Keputusan ini diambil bukan tanpa sebab, Saleh ingin ajang ini dijadikan tolak ukur bagi atlet dan klub untuk menilai kemampuannya. Sehingga setiap klub diperkenankan menggunakan satu pemain asing ASEAN.
“Ya sekarang ada klub, perbedaannya ada peningkatannya dari 27 ke 43 klub. Dari level elite, level 1, 2 dan 3, ada pemain asing, jadi setiap klub diperkenankan memakai pemain asing 1 orang.” tambah Saleh.
Sekjen IPL Season 2, Yon Mardiono juga menambahkan keterlibatan para pemain asing menjadikan ajang ini lebih semarak. Bahkan atmosfer persaingan juga semakin terbentuk dan menarik disaksikan.
“Nah sekarang season ke-2, kita sudah naik ke asing, tapi levelnya Asean, karena kita ingin mengukur atlet atlet kita ini sama atlet ASEAN,” ujar Yon.
Ia pun senang karena atmosfer ini juga memberi dampak terhadap mental para atlet saat mendapat tekanan. Terlebih ia yakin, potensi yang sudah dimiliki Indonesia akan lebih cepat matang dengan banyak kompetisi di dalamnya.
“Ya bagus, sekarang banyak yang muda. Yang elite-elite ini juga banyak yang muda, jadi yang kit tangkap potensi dari atlet ini punya satu motivasi, ruang yang bagus, jadi ada wadah, jadi mereka makin semangat lagi berlatih. Ketika kita punya kompetisi baik, maka mereka akan berlatih lebih baik. Kompetisi yang baik menghasilkan prestasi.” tutup Yon. (RF/Usk)