BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Ambisi Ilia Topuria untuk menantang Islam Makhachev tampaknya sudah melewati batas normal rivalitas antar-petarung UFC. Setelah kehilangan status sebagai petarung nomor satu pound-for-pound, Topuria kini mengumbar berbagai skenario demi bisa satu oktagon dengan raja baru kelas welter tersebut.
Dua pekan lalu, Makhachev sukses merebut sabuk kelas welter di UFC 322 dan melompat melewati Topuria dalam daftar pound-for-pound UFC. Sejak itu, Topuria tidak berhenti menekan, mengejek, dan menantang Makhachev, bahkan dengan nada menghina.
Lewat unggahan di X, Topuria meledek gaya bertarung Makhachev yang ia sebut monoton dan tidak menarik.
“Islam, kamu membutuhkan sesuatu yang tidak bisa dilatih: emosi. Kamu adalah hal paling membosankan dalam permainan ini. Setiap hari aku semakin yakin akan membuatmu tertidur,” tulis Topuria, dikutip Rabu (26/11/2025).
Ungkapan itu muncul tak lama setelah Makhachev mengalahkan Jack Della Maddalena lewat kemenangan angka mutlak—hasil yang membuat kritik soal gaya bertarungnya kembali mencuat.
Modal Tiga KO Beruntun, Topuria Merasa di Atas Angin
Meski Makhachev kini menguasai kelas welter, Topuria punya alasan untuk percaya diri. El Matador merangkai tiga kemenangan KO beruntun atas mantan juara dunia, yakni Alexander Volkanovski, Max Holloway, dan Charles Oliveira. Rangkaian prestisius tersebut membuatnya merasa siap melompati batas apa pun demi menantang Makhachev.
Namun secara fisik, Topuria sebenarnya kalah ukuran.
- Tinggi Topuria: 170 cm, jangkauan 175 cm
- Tinggi Makhachev: 178 cm, jangkauan 178 cm
Keduanya bahkan dinilai relatif kecil untuk standar kelas welter (77,1 kg). Tapi kondisi itu tidak menghentikan ambisi Topuria.
Baca Juga:
Islam Makhachev Jadi Raja Dua Divisi UFC, Lampaui Khabib
Islam Makhachev Sesumbar Siap Habisi Ilia Topuria Setelah Tuntaskan Misi di UFC 322
Siap Naik Kelas? Topuria Tawarkan Laga Tangkapan
Karena sadar duel perebutan sabuk welter masih terlalu jauh, Topuria mengusulkan ide lain: bertarung di kelas tangkapan (catchweight) atau bahkan meminta UFC membuat sabuk khusus pound-for-pound.
“Mungkin mereka akan menciptakan sabuk baru, sabuk pound-for-pound di kelas bobot yang disepakati,” ucap Topuria.
Ia bahkan sempat menyebut rencana mengejar sabuk juara ketiga apabila diizinkan bertarung di kelas welter pada musim panas mendatang.
Ide itu tentu ekstrem, namun Topuria tampaknya benar-benar siap melakukan apa saja untuk menghadapi Makhachev.
Sementara ambisinya membara, kenyataannya Makhachev tidak akan tersedia dalam waktu dekat. Sang juara kelas welter akan menjalani masa pemulihan sekaligus absen bertarung selama bulan Ramadan.
Target Makhachev berikutnya adalah tampil pada ajang UFC White House, yang rencananya digelar Juni 2026.
Situasi ini membuat Topuria kemungkinan harus mengambil pertarungan lain terlebih dahulu, dan ia menyebut nama Paddy Pimblett sebagai kandidat lawan selanjutnya.











