Harga RAM Mulai Turun, Gamers Bisa Bernafas Lega?

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Setelah sempat mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi pada tahun 2025, Harga RAM Mulai mengalami penurunan di sejumlah pasar global. Penurunan ini memberikan harapan besar kepada para gamer yang berharap agar harga RAM dan Memori kembali stabil.

Dalam beberapa bulan terakhir harga RAM mengalami penurunan, Khususnya pada jenis DDR5 32GB 6400Mhz dengan harga 490$ turun menjadi 379$. Terjadi penurunan harga yang sama pada varian lainnya, salah satunya adalah DDR5 16GB yang sebelumnya dijual diharga 260$ turun menjadi 219$.

Penurunan ini kemungkinan terjadi akibat respons pasar terhadap munculnya TurboQuant, algortima baru dari google yang diklaim mampu untuk menenkan biaya memori sampai dengan enam kali lipat lebih murah. Selain itu, masalah yang sedang dihadapi OpenAi dalam penggalangan dana juga dianggap menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi turunnya harga RAM di pasaran.

Faktor lain yang mempengaruhi penurunan harga RAM salah satunya adalah ketersediaan DRAM di pasar global, termasuk wilayah Eropa, mulai menunjukkan perbaikan. Sejumlah retailer besar mencatat adanya penurunan harga pada kit DDR5 32GB, yang kini turun sekitar 10–15 persen dibandingkan harga tertingginya pada awal Februari 2026. Produk dari brand ternama seperti Corsair juga mengalami penyesuaian harga seiring dengan perubahan kondisi pasar.

Baca Juga:

Harga RAM Naik, Harga HP Ikut Tertekan? Ini Analisis Nyantech

Namun sayangnya meskipun sudah terjadi penurunan harga pada beberapa jenis RAM, krisis RAM saat ini masih jauh dari kata selesai. Ada berbagai faktor lain yang ikut mempengaruhi lonjakan harga pada RAM.

Ketua SK Group, Chey Tae-won, menyampaikan bahwa rantai pemasokan untuk memori dan chip silikon masih belum kembali ke harga normal. Ia menilai kekurangan pasokan kemungkinan besar akan terus berlangsung dalam beberapa tahun kedepan, seiring tingginya kebutuhan industri teknologi.

Ia mengakui bahwa saat ini industri saat ini masih kesulitan untuk mengejar lonjakan permintaan yang ada, terutama dari perusahaan teknologi pengembangan data center yang berbasis AI, pernyataan tersebut disampaikan olehnya di ajang NVIDIA GTC 2026 di San Jose, Amerika Serikat.

Selain faktor permintaan tersebut, faktor perang dan kondisi geopolitik pun ikut serta dalam memperumit situasi. Ketegangan antarnegara serta gangguan yang didapatkan dalam proses distribusi, turut menambah ketidakpastian pada harga RAM saat ini.

(MAGANG UNPAS/ Rahmadani)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City