Harga RAM Naik, Harga HP Ikut Tertekan? Ini Analisis Nyantech

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kenaikan harga RAM global mulai memantik kekhawatiran baru. Apakah harga smartphone akan ikut terdorong naik? Pertanyaan itu dibedah Ali, kreator kanal YouTube Nyantech, lewat sebuah video opini yang kini ramai dibicarakan di kalangan penggemar teknologi.

Ali menilai lonjakan harga RAM PC bukan sekadar soal kelangkaan bahan baku. Menurut pengamatannya, produsen memori besar seperti SK Hynix, Samsung, dan Micron kini memprioritaskan produksi High Bandwidth Memory (HBM) untuk kebutuhan komputasi AI, sehingga pasokan memori konvensional menjadi bukan prioritas utama.

“Yang mahal itu bukan cuma karena langka, tapi karena pabriknya sekarang fokus bikin HBM buat AI,” ujar Ali dalam videonya.

Pernyataan tersebut merupakan interpretasi personal kreator berdasarkan pengamatannya terhadap tren industri, bukan pernyataan resmi dari produsen memori.

Kenapa Harga HP Bisa Terdampak?

Ali menjelaskan, memori untuk ponsel dan PC pada dasarnya berasal dari lini produksi yang sama. Jika kapasitas pabrik lebih banyak dialihkan ke HBM, maka produksi RAM konvensional berpotensi melambat.

“Kalau kapasitasnya dialihkan ke HBM, yang lain otomatis antreannya panjang. Dan kalau perusahaan AI berani bayar mahal, pabrik pasti milih yang marginnya besar,” kata Ali.

Ia menilai kondisi ini, dalam skenario tertentu, dapat menekan rantai pasok komponen smartphone. Dampaknya bisa berupa kenaikan harga jual atau penyesuaian spesifikasi agar harga tetap terjaga.

Baca Juga:

Memori Penuh? Ini 3 Cara Mudah Hapus Cache di Hp Samsung

PC Rakitan Rp3 Jutaan Jadi Alternatif Perangkat Kerja di Tengah Kenaikan Harga Komputer

RAM Besar Bukan Selalu Solusi

Ali juga mengkritik tren ponsel flagship dengan RAM 12–16 GB yang menurutnya tidak selalu memberi peningkatan performa nyata bagi mayoritas pengguna.

“Di real use, 12 sampai 16 GB itu nggak kerasa bedanya. Headroom-nya gede, tapi gain-nya kecil,” ujarnya.

Pernyataan ini merupakan opini berbasis pengalaman penggunaan pribadi kreator, bukan kesimpulan teknis universal. Hasil dapat berbeda tergantung pola penggunaan, jenis aplikasi, dan optimasi sistem masing-masing perangkat.

Optimasi OS dan Virtual RAM

Sebagai alternatif jangka pendek, Ali mendorong produsen ponsel untuk memaksimalkan optimasi sistem operasi agar tetap lancar di kapasitas RAM lebih rendah.

“Kalau bisa lancar di 8 GB, kenapa harus maksa 16 GB?” katanya.

Ia juga mengusulkan pemanfaatan virtual RAM secara lebih cerdas, bukan sekadar fitur pemasaran. Namun, ia mengakui keterbatasan teknisnya.

“Virtual RAM itu pakai storage. Speed-nya nggak setara RAM asli. Jadi jangan dianggap solusi penuh,” ujarnya.

Secara teknis, memori berbasis storage memang jauh lebih lambat dari RAM fisik dan dapat berdampak pada umur media penyimpanan jika dipakai berlebihan.

Saran Beli Sekarang?

Dalam videonya, Ali menyarankan pengguna yang sudah berencana mengganti ponsel untuk mempertimbangkan membeli sekarang, sebelum ada potensi perubahan harga.

“Kalau memang mau ganti HP, sekarang masih waktu yang aman,” ujarnya.

Pernyataan ini merupakan saran personal kreator dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi finansial resmi. Keputusan pembelian tetap bergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing pengguna.

Seluruh analisis dalam video Nyantech bersifat opini dan spekulatif. Hingga berita ini ditulis:

Kenaikan harga RAM dan pergeseran fokus industri ke HBM memang membuka potensi tekanan baru di rantai pasok smartphone. Namun, hingga kini, dampaknya ke harga ponsel masih berada di ranah spekulasi.

Analisis Nyantech memberi perspektif awal, tetapi belum cukup untuk dijadikan rujukan pasti soal arah harga smartphone ke depan.

Satu hal yang jelas: di tengah ketidakpastian ini, optimasi perangkat lunak dan efisiensi sistem akan menjadi kunci, bukan sekadar adu angka RAM di lembar spesifikasi.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Fathir Fahrezi Fardiansyah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City