Harga Beras Naik, Respon Mentan Bikin Geleng-geleng

mentan pecat staf
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (doc.Gema Lantang)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuat pernyataan yang menjadi sorotan publik.

Dalam upayanya menjelaskan kebijakan harga beras, dia membandingkan harga beras di Indonesia dengan di Jepang, sebuah perbandingan yang dinilai banyak pihak tidak sepadan.

Momen ini terjadi dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI belum lama ini. Mentan Amran tengah menjawab pertanyaan dari Ketua Komisi IV, Titiek Soeharto, mengenai rencana penyatuan harga beras medium dan premium.

Amran menjelaskan bahwa intervensi pemerintah seperti Harga Eceran Tertinggi (HET) diperlukan karena beras adalah komoditas vital.

Dia lalu menyinggung reaksi publik terhadap kenaikan harga yang menurutnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan negara lain.

“Sekarang ini baru naik saja sedikit, ribut. Jepang sudah Rp100 ribu per kilo, Bu Ketua, harga beras hari ini,” ujar Amran.

Sontak, pernyataan ini memicu reaksi. Perbandingan dengan Jepang, negara dengan pendapatan per kapita berkali-kali lipat lebih tinggi dari Indonesia, dianggap sebagai logika yang keliru dan tidak menunjukkan empati terhadap daya beli masyarakat.

Jika di Indonesia harga beras naik beberapa ribu rupiah saja sudah sangat membebani pengeluaran rumah tangga, maka membandingkannya dengan harga di salah satu negara terkaya di dunia tentu terasa tidak adil.

Logika Mentan tersebut seolah menyiratkan bahwa masyarakat Indonesia seharusnya bersyukur karena harga beras belum semahal di Jepang.

Baca Juga:

Amran Sebut Harga Beras di 13 Provinsi Sudah Turun

Harga Beras Mahal, Warga Banyumas Terpaksa Mengais Sisa Panen Padi

Padahal, konteks ekonomi dan tingkat kesejahteraan kedua negara sangatlah berbeda. Perbandingan ini justru berpotensi membuat publik semakin geram di tengah himpitan kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Bangs*t, tiap hari lho rakyat dibombardir pernyataan-pernyataan gobl*g gini dari pejabat negara. Ini benar-benar mereka terang-terangan melecehkan rakyat atau ada skenario sih, kek ebggak masuk akal gitu,” komentar akun @dew***.

“Giliran yang begini bandingin sama luar. Pas dibandingkan tentang pelayanan negara kepada rakyatnya, malah disuruh pindah negara,” kata akun @gyr***.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City