Hamilton Terpeleset di Tikungan Terakhir, Insiden SQ1 Belgia Ungkap Risiko Mobil Pintar di F1

Juara Dunia Tujuh Kali Lewis Hamilton
Juara Dunia Tujuh Kali Lewis Hamilton (Intsgram @lewis hamilton)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Lewis Hamilton mungkin salah satu pembalap terhebat dalam sejarah Formula 1, tetapi bahkan juara dunia tujuh kali pun tak bisa selalu mengendalikan apa yang terjadi di balik kemudi.

Itu terlihat jelas saat sesi Sprint Qualifying (SQ1) di Grand Prix Belgia, ketika Hamilton mengalami spin dramatis di tikungan terakhir setelah roda belakangnya terkunci.

Mobil Mercedes-nya berputar tanpa ampun, membuat sang legenda harus memulai Sprint Race dari posisi ke-18, sebuah hasil yang membuat banyak pihak terkejut, termasuk dirinya sendiri.

“As roda belakang patah saat pengereman—sangat tidak biasa. Saya rasa tak ada yang lebih terkejut dari Lewis sendirin,” ujar Martin Brundle, komentator Sky Sports dan mantan pembalap F1.

Hamilton, dalam kondisi frustasi, mengaku belum pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya. Ketika ditanya apakah insiden itu disebabkan oleh penguncian roda belakang, ia hanya menjawab singkat.

“Pertama kali saya berpikir seperti itu dalam karier saya. Tidak banyak yang bisa dikatakan. Rasanya tidak bagus di dalam mobil,” ungkapnya.

Baca Juga:

Klasemen Formula 1 2025: Piastri Bertahan di Puncak Dibuntuti Verstappen dan Norris

Namun, komentar paling menarik datang dari Anthony Davidson, analis teknis Sky Sports dan mantan pembalap, yang menyentil kenyataan baru dalam dunia F1, teknologi mobil yang makin kompleks justru bisa mengaburkan peran pengemudi.

“Sangat sedikit yang bisa dilakukan pengemudi dengan mobil digital modern ini. Apa pun yang dia katakan, mobil itu membuatnya berputar sampai batas tertentu,” tegas Davidson.

Davidson menyoroti bahwa kesalahan semacam itu sulit disematkan sepenuhnya kepada pembalap, mengingat sistem pengereman, distribusi rem (brake bias), dan kontrol elektronik kini sangat canggih dan terkadang tidak sejalan dengan insting manusia.

Sementara Hamilton harus menelan pil pahit, rekan setimnya Charles Leclerc justru tampil solid dan akan memulai dari posisi keempat di grid Sprint. Sedangkan Oscar Piastri dari McLaren mencetak kejutan dengan merebut pole position.

Kisah ini lebih dari sekadar insiden teknis, ini adalah gambaran bagaimana Formula 1 modern bukan lagi hanya tentang siapa yang lebih cepat atau lebih berani, tetapi juga tentang siapa yang bisa menjinakkan kecanggihan mobil yang nyaris seperti komputer berjalan.

Dan kali ini, bahkan Lewis Hamilton pun belum menemukan jawabannya.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City