BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Nama Max Verstappen kembali menggema di paddock Formula 1. Kali ini bukan soal kemenangan atau perebutan gelar, melainkan pengakuan jujur dari sesama pebalap. Sam Bird, pebalap senior dengan jam terbang tinggi di level dunia, menyebut Verstappen sebagai “monster lintasan”, sosok yang bukan hanya cepat, tetapi juga menakutkan saat berada di balik kemudi.
Bird bukan orang sembarangan untuk melontarkan penilaian seperti itu. Ia adalah peraih 12 kemenangan E Prix Formula E dan pernah menjadi pebalap penguji Mercedes di Formula 1. Dalam kariernya, Bird bekerja langsung dengan nama-nama besar seperti Michael Schumacher dan Nico Rosberg. Namun menurutnya, intensitas dan dominasi Verstappen berada di level berbeda.
Di mata Bird, Verstappen memiliki kombinasi langka: kecepatan alami, fokus ekstrem, dan mentalitas tanpa kompromi. Meski gagal mempertahankan gelar dunia pada musim 2025 setelah kalah tipis dua poin dari Lando Norris, performa Verstappen justru memperkuat reputasinya sebagai penguasa lintasan. Sepanjang musim, ia tampil konsisten dan kerap menjadi faktor penentu dalam setiap balapan.
Mobil Red Bull RB21 memang tidak selalu menjadi yang tercepat, terutama pada paruh awal musim ketika McLaren tampil dominan. Namun di tangan Verstappen, mobil tersebut tetap berubah menjadi senjata mematikan. Kemenangan di Suzuka dan Imola menjadi bukti, sebelum ia mengamuk di paruh kedua musim dengan memenangi enam dari sembilan seri terakhir.
Baca Juga:
Max Verstappen Buka Suara soal Rumor Kepindahan ke Mercedes
Verstappen juga dikenal mampu memeras potensi maksimal dari mobilnya, sering kali melampaui rekan setim sendiri. Meski Red Bull mengembangkan mobil sesuai gaya mengemudinya, Bird menilai keunggulan Verstappen bukan semata hasil dukungan teknis, melainkan kemampuan individual yang luar biasa.
“Sebagai pebalap, saya benar-benar kagum dengan level kemampuannya,” ujar Bird dalam sebuah podcast, dikutip Rabu (24/12/2025).
Ia mengaku belum pernah melihat pebalap Formula 1 dengan kecepatan dan intensitas seperti Verstappen. Menurutnya, Verstappen tak pernah berhenti menekan, bukan hanya lewat catatan waktu, tetapi juga secara mental.
“Kalau dia diberi mobil yang layak, dia biasanya langsung menjauh dari yang lain,” ucap Bird.
Pujian tersebut menegaskan status Verstappen sebagai monster lintasan Formula 1. Entah ia memenangi gelar atau tidak, kehadirannya selalu mengubah dinamika balapan. Bagi rival-rivalnya, Verstappen bukan sekadar lawan, ia adalah standar tertinggi yang harus dihadapi di setiap akhir pekan balap.










