CIANJUR, TEROPONGMEDIA.ID — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memulai proyek penataan ulang dan restrukturisasi menyeluruh terhadap Situs Megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur.
Langkah strategis ini bertujuan mengembalikan wajah situs purbakala tersebut hingga mendekati bentuk aslinya pada masa pertama kali dibangun.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam kunjungan kerjanya ke Cianjur belum lama ini, menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan pekerjaan restorasi ini secara berkesinambungan dan ilmiah.
“Pemugaran dan penelitian dilakukan tim ahli dari berbagai bidang keilmuan dan akan terus dilanjutkan hingga tuntas,” tegas Fadli Zon, mengutip keterangan dalam unggahan video Instagram @kemenbud, Kamis (9/10/2025).
Ia juga menambahkan bahwa proses ini melibatkan warga sekitar sebagai bagian dari tim pendukung. Tahap awal restrukturisasi difokuskan pada bagian samping serta Teras 4 dan 5, area yang dinilai paling rentan mengalami pergeseran tanah dan longsor.
Penataan di area ini merupakan langkah krusial untuk memperkuat struktur fondasi punden berundak yang telah mengalami perubahan akibat usia tua dan terpaan cuaca.
Dalam prosesnya, bebatuan yang bergeser dan tertimbun tanah dibersihkan dengan hati-hati. Metode ini diharapkan dapat mengungkap pondasi asli struktur bangunan yang sering disebut sebagai “piramida asli Indonesia” itu.
“Setelah ditata ulang dan dibersihkan, struktur bangunannya akan terlihat lebih jelas. Semua dilakukan dengan sangat hati-hati, memperhitungkan musim dan cuaca, mengingat situs ini berada di atas bukit yang rawan longsor,” jelas Menteri Zon.
BACA JUGA
Masih Penuh Misteri, Kajian dan Pemugaran Gunung Padang Dimulai
Seru! Wisatawan Bisa Lihat Langsung Pemugaran Situs Gunung Padang
Menguak Misteri
Ia pun berharap restrukturisasi dan pemugaran jangka panjang ini dapat menghasilkan rekonstruksi utuh, sehingga tampak bentuk asli Situs Gunung Padang.
Para ahli dari berbagai disiplin ilmu telah melakukan banyak kajian, termasuk pemeriksaan hingga kedalaman beberapa meter, untuk mengumpulkan data.
Data-data inilah yang akan menjadi pijakan untuk mengetahui struktur asli bangunan. Bentuk Situs Gunung Padang saat ini diyakini telah jauh berubah dari kondisi awalnya akibat berbagai faktor, terutama fenomena alam dan bencana yang terjadi selama ribuan tahun.
“Kemungkinan besar bentuk asli punden berundak Gunung Padang sudah banyak berubah, termasuk banyak yang tertimbun akibat bencana alam. Ke depan, kita berupaya untuk dapat mengembalikan bentuk aslinya,” pungkas Fadli Zon.
Proyek ambisius ini tidak hanya bertujuan memulihkan fisik situs, tetapi juga membuka tabir baru tentang peradaban masa lalu dan mengukuhkan Gunung Padang sebagai warisan budaya nasional yang memiliki nilai sejarah tak ternilai.
(Firman Pribadi)











