JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka mengangkat isu serius dalam perdagangan internasional yakni trade misinvoicing. Praktik manipulasi nilai transaksi ini dinilai tidak hanya menguras dana keluar negeri, tetapi juga membuka jalur masuknya uang ilegal ke Indonesia.
“Misinvoicing tak hanya soal uang hilang keluar, tapi sebagian skenario justru memasukkan uang ilegal ke Indonesia,” ujar Gibran dalam akun YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia, Minggu (12/4/2026).
Pernyataan itu menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar administrasi dagang, melainkan ancaman terhadap integritas sistem keuangan.
Jalur Pencucian Uang Lewat Perdagangan
Menurut Gibran, skema manipulasi invoice kerap digunakan untuk menyamarkan asal-usul dana. Uang hasil kejahatan dapat disisipkan melalui transaksi ekspor-impor yang tampak legal di atas kertas.
Dengan pola seperti itu, perdagangan menjadi kendaraan efektif bagi pencucian uang lintas negara.
Artinya, pengawasan bea cukai dan transaksi dagang kini tak cukup hanya fokus pada barang, tetapi juga pada arus uang di baliknya.
Sektor Teknologi Jadi Sorotan
Gibran turut menyinggung riset NEXT Indonesia Center yang menemukan indikasi transaksi tidak wajar di sektor teknologi, khususnya perdagangan ponsel.
Nilai dana yang diduga masuk melalui transaksi tersembunyi disebut mencapai USD 12 miliar. Angka ini sangat signifikan dan dinilai ikut memengaruhi neraca perdagangan sektor Teknologi Informasi dan Komputer (TIK).
Dalam periode 2015–2024, defisit perdagangan TIK Indonesia rata-rata mencapai USD 6,9 miliar per tahun.
Selisih Data Jadi Alarm
Perbedaan data ekspor-impor antarnegara menjadi salah satu indikator kuat adanya anomali.
Indonesia mencatat ekspor produk TIK ke Singapura ratusan juta dolar, sementara data mitra dagang menunjukkan angka jauh lebih besar. Pada sisi impor dari China, juga muncul dugaan over-invoicing bernilai miliaran dolar.
Selisih pencatatan semacam ini sering menjadi alarm awal adanya manipulasi nilai transaksi.
Baca Juga:
Alarm Prabowo: Dunia Terancam Krisis Pangan, Energi, dan Air
Bank Dunia Akui Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Konflik Geopolitik
Tantangan Besar Penegakan Sistem
Kasus ini memperlihatkan bahwa kebocoran ekonomi modern tidak selalu terjadi lewat korupsi konvensional. Ia bisa muncul melalui mekanisme perdagangan yang kompleks dan sulit dilacak.
Jika tidak diperketat, negara berisiko kehilangan penerimaan, menghadapi distorsi data ekonomi, sekaligus menjadi tempat transit dana ilegal.
Sorotan Gibran menjadi pesan bahwa perang melawan kejahatan ekonomi kini harus masuk ke jalur perdagangan global.
(Dist)











