JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Presiden FIFA, Gianni Infantino, memastikan tim nasional Iran national football team tetap diperbolehkan berpartisipasi dalam FIFA World Cup 2026 meskipun situasi konflik di Timur Tengah masih memanas.
Pernyataan tersebut disampaikan Infantino setelah pertemuannya dengan Donald Trump pada Selasa (11/3/2026) malam.
Pertemuan tersebut membahas berbagai hal terkait persiapan turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan digelar kurang dari 100 hari lagi.
Menurut Infantino, Trump menegaskan bahwa Iran tetap dipersilakan mengikuti turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat bersama Kanada dan Meksiko.
“Presiden Amerika Serikat menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat,” tulis Infantino dalam unggahan di media sosialnya.
Hingga kini, Trump belum memberikan pernyataan resmi terkait pertemuan tersebut. Pihak Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai hal tersebut.
Iran Sudah Lolos Kualifikasi
Tim nasional Iran sebenarnya telah memastikan tiket ke Piala Dunia beberapa bulan lalu melalui kualifikasi zona Asia.
Namun partisipasi mereka sempat menjadi spekulasi setelah meningkatnya konflik militer di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Ketegangan tersebut meningkat setelah Teheran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target di kawasan Teluk Persia.
Meski demikian, jadwal pertandingan Iran di fase grup tetap direncanakan berlangsung di Amerika Serikat.
Dua pertandingan pertama akan dimainkan di Los Angeles, sementara laga terakhir fase grup dijadwalkan berlangsung di Seattle.
Jadwal Laga Iran di Fase Grup
Iran dijadwalkan menghadapi New Zealand national football team dan Belgium national football team di Los Angeles.
Setelah itu, mereka akan menghadapi Egypt national football team pada pertandingan terakhir fase grup yang akan digelar di Seattle.
Jika mampu lolos dari fase grup, Iran bahkan berpotensi menghadapi United States men’s national soccer team pada babak gugur yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli 2026 di Dallas.
Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan format baru yang diikuti oleh 48 tim dari berbagai negara.
Baca Juga:
Hubungan politik antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya memang sempat menimbulkan kendala bagi penyelenggaraan turnamen.
Pada acara undian resmi turnamen yang digelar di Washington pada Desember lalu, beberapa anggota delegasi Iran dilaporkan tidak mendapatkan visa untuk hadir.
Salah satu yang tidak memperoleh visa adalah presiden federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj.
Ketegangan geopolitik juga memengaruhi tim lain. Iraq national football team bahkan sempat meminta penundaan babak play-off antarbenua yang akan digelar di Meksiko karena gangguan transportasi udara serta penutupan sejumlah kedutaan.
Pelatih Irak, Graham Arnold, mengakui situasi tersebut cukup menyulitkan persiapan timnya.
“Itu bukan tim terbaik kami dan kami membutuhkan tim terbaik untuk pertandingan terbesar negara ini dalam 40 tahun terakhir,” ujar Arnold.
Ia menambahkan bahwa antusiasme masyarakat Irak terhadap sepak bola sangat besar sehingga timnya berharap tetap dapat tampil maksimal dalam upaya lolos ke Piala Dunia.
(Dist)











