Eks Bos Haas Nilai Tekanan Mental dan Strategi Tim Buat Oscar Piastri Kehilangan Arah dalam Perebutan Gelar

Oscar Piastri
Oscar Piastri (Foto: Dok.F1).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mantan prinsipal tim Haas, Guenther Steiner, menilai penurunan performa Oscar Piastri di paruh akhir musim Formula 1 2025 bukan sekadar masalah kecepatan, melainkan akibat dari situasi internal yang kurang sehat di McLaren.

Komentar tajam Steiner muncul usai Grand Prix Meksiko 2025 di Sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez, di mana Piastri tampil di bawah performa terbaiknya. Sementara Lando Norris tampil dominan dan meraih kemenangan dari posisi pole, Piastri justru tercecer di posisi kelima, tertinggal 42 detik dari rekan setimnya. Hasil itu membuatnya kehilangan puncak klasemen, kini tertinggal satu poin dari Norris.

Dalam wawancara di podcast Red Flags, Steiner menilai kondisi psikologis Piastri mulai terganggu karena minimnya dukungan penuh dari tim.

“Dia sedang berjuang, dan saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi saya bisa melihat bahwa Oscar tidak mendapat dukungan penuh dari McLaren untuk memenangkan kejuaraan,” ujar Steiner, dikutip Minggu (2/11/2025).

Menurutnya, Piastri tampil lebih bebas di awal musim ketika masih dianggap pembalap nomor dua. Namun begitu performanya meningkat dan mulai menantang Norris dalam perebutan gelar, dinamika internal tim berubah drastis.

“Ketika tekanan meningkat dan tim mulai menunjukkan keberpihakan, itu memengaruhi mental pebalap. Begitu rasa percaya dirinya hilang, performa di lintasan ikut turun,” lanjut Steiner.

Steiner juga menyoroti strategi McLaren yang dinilai tidak konsisten dan membingungkan, terutama saat kedua pembalap bersaing ketat di lintasan. Instruksi yang tidak jelas, kapan harus bertahan atau dilepas disebut membuat Piastri kehilangan momentum penting dalam beberapa balapan terakhir.

“Dengan aturan tim seperti itu, saya rasa dia kehilangan sedikit keyakinan. Di kualifikasi, saat dia harus tampil sendiri, hasilnya pun tidak maksimal,” tambahnya.

Fakta di lapangan memperkuat analisis Steiner. Sejak jeda musim panas, Piastri belum lagi naik podium, dengan hasil terbaik hanya pole position di Zandvoort. Sementara Norris terus tampil konsisten dan memperlebar jarak poin secara perlahan.

Steiner menegaskan, jika McLaren ingin membangun masa depan jangka panjang yang stabil, mereka harus berhenti menciptakan kesan pilih kasih.

“Norris memang lebih berpengalaman, tapi jika McLaren ingin Piastri berkembang menjadi juara dunia, mereka harus memberinya kepercayaan dan dukungan yang sama. Tanpa itu, sulit bagi Oscar untuk tumbuh sebagai pembalap papan atas,” tutupnya.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City