Dugaan Kejanggalan Penambahan Kuota Haji Khusus, Timwas: Bentuk Pansus!

Dugaan Kejanggalan Penambahan Kuota Haji Khusus
Tim Pengawas Haji DPR RI saat melakukan pengawasan haji 2024 di Mina, Makkah, Arab Saudi, Minggu (16/06/2024) (Dok. Humas DPR RI)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tim Pengawas Haji DPR RI menemukan dugaan pelanggaran terkait penambahan kuota haji khusus (ONH Plus) oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Luluk Hamidah mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus). Pembentukan Pansus Haji untuk memperdalam dugaan kejanggalan yang ditemukannya, selama menjalani tugas pengawasan haji tahun 2024.

Menurutnya, ada indikasi pelanggaran perundang-undangan terkait itu.

Luluk merinci, Kemenag mengubah kuota haji reguler menjadi 213.320 dan kuota haji khusus menjadi 27.680. Artinya, kata dia, jatah kuota haji reguler sebanyak 8.400 dialihkan untuk jemaah haji khusus.

“Kemenag tidak mempertimbangkan antrean haji regular yang sudah sampai 40 tahun. Kemenag juga tidak mempertimbangkan banyaknya lansia yang menunggu di daftar antrean haji regular,” kata Luluk seperti Teropongmedia kutip dari RRI Pro3, Selasa (18/6/2024).

Ia curiga ada pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari pengalihan kuota haji tersebut.

“Apalagi Kemenag tidak melibatkan DPR dalam mengambil keputusan atau keputusan tersebut diambil secara sepihak,” ujarnya.

Dia pun menyoroti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Pasal 64 Ayat (2) UU tersebut mengatur kuota haji khusus ditetapkan 8 persen dari jatah kuota haji Indonesia.

Ia menduga ada pelanggaran aturan tersebut. “Artinya, jika total kuota haji kita sebanyak 241.000, maka untuk kuota haji khusus seharusnya hanya memperoleh 19.280,” ucapnya.

Luluk juga menanggapi informasi perubahan kuota haji dilakukan Kemenag atas dasar kebijakan Saudi yang disampaikan lewat sistem E-Hajj. Dia menekankan, seharusnya ada konsultasi dengan Komis VIII DPR, itu pun sudah ditegaskan dalam rapat-rapat bersama sebelumnya.

“Kemenag tidak mengindahkan rapat dengan DPR, tetap menyetujui MoU dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada Januari. Akibatnya, ada pengalihan kuota haji regular yang menjadi hak masyarakat diubah secara sepihak,” katanya.

“Haji Khusus (ONH Plus) itu kan bagi orang-orang yang punya uang dan antreannya tak selama haji regular. Sementara haji regular harus menabung bertahun-tahun dan antreannya panjang, jadi curiga saya ada mafia haji bermain,” ujarnya.

BACA JUGA: Tenda Kelebihan Kapasitas, Tidur Berdesakan, Kisah Jemaah Haji Indonesia

Kemenag, katanya, telah menghilangkan hak 8.400 jemaah haji reguler yang menunggu sejak lama untuk menunaikan haji. Oleh karena itu, Luluk dan kawan-kawannya di Komisi VIII DPR akan mendorong dibentuknya Pansus Haji 2024.

“Kenapa Pansus? Karena penyelenggaraan ibadah melibatkan lintas sektor, bukan hanya Kemenag. Oleh karena itu juga harus melibatkan lintas komisi di DPR melalui Pansus,” ucapnya.

 

 

(Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian