BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tim Kampus Hijau berhasil meraih medali emas sekaligus menyabet gelar First Winner dalam ajang 2nd International Student Summit yang digelar di Kuala Lumpur.
Kompetisi esai internasional tersebut diikuti 100 peserta dari enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Kenya, Somalia, Filipina, dan Turkmenistan. Seluruh peserta mempresentasikan gagasan inovatif mereka selama dua hari pelaksanaan, 14–15 Februari 2026.
Tim UHO terdiri dari Ahmad Rijal Hanif, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Program Studi Manajemen, serta Nur Ilmi Khair dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Keduanya menyatakan kebanggaan dapat mewakili kampus dalam forum internasional tersebut.
“Pastinya kami berdua merasa sangat terhormat dapat menjadi salah satu perwakilan dari Universitas Halu Oleo pada kompetisi ini,” ujar Ahmad Rijal Hanif, dikutip dari laman resmi UHO, Rabu (18/2/2026).
Dalam kompetisi tersebut, mereka mengusung inovasi bertajuk “INGONI PLAY BOX: A Hybrid Gamified Learning Model for Sexual Violence Prevention among Children with Intellectual Disabilities.”
Karya ini merupakan media pembelajaran berbasis gamifikasi yang dirancang untuk pencegahan kekerasan seksual pada anak dengan disabilitas intelektual (tunagrahita).
Baca Juga:
Inovasi Mahasiswa UMM, Membuat Sirup Temulawak Pencegah Asam Urat
Ahmad menjelaskan, keunggulan Ingoni Play Box terletak pada konsep pembelajaran interaktif yang masih jarang dikembangkan, khususnya bagi anak dengan disabilitas. Inovasi ini juga dinilai sejalan dengan tema kompetisi, yaitu inclusive and sustainable future.
“Keunggulannya karena belum ada media pembelajaran yang serupa dengan Ingoni Play Box. Kami juga mengusung isu disabilitas sehingga sejalan dengan tema kompetisi,” jelasnya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut sebelumnya telah diimplementasikan di SLB Negeri 2 Kendari dan mendapatkan respons positif. Program uji coba berjalan lancar serta menunjukkan potensi untuk dikembangkan lebih luas.
Ke depan, tim berharap Ingoni Play Box tidak hanya diperuntukkan bagi anak dengan disabilitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh anak-anak secara umum sebagai media edukasi pencegahan kekerasan seksual sejak dini.
Prestasi ini menambah daftar capaian mahasiswa UHO di tingkat internasional, sekaligus mempertegas komitmen kampus dalam mendorong inovasi yang berdampak sosial dan berorientasi pada masa depan inklusif dan berkelanjutan.











