DPRD Jabar Minta MBG Dievaluasi Usai Banyak Polemik

keracunan MBG Kuningan
Ilustrasi - MBG (Dok Diskominfo Kota Bandung)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — DPRD Provinsi Jawa Barat menyesalkan adanya polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mulai dari telatnya pembayaran kepada pihak penyedia jasa pembuatan makan MBG, hingga kasus keracunan yang menelan korban hingga 78 siswa di Kabupaten Cianjur beberpa waktu lalu.

“Ini menjadi persoalan pelik yang harus segera diatasi serius oleh pemerintah pusat. Terlebih program MBG ini tidak hanya menjadi janji kampanye Presiden Prabowo Subianto, namun juga merupakan program prioritas nasional,” ungkap Wakil Ketua III DPRD Jabar, Ono Surono, Rabu, (23/4/2025).

Menurut Ono, pemerintah pusat harus bergerak cepat tidak hanya mengevaluasi namun juga memperbaiki.

Sehingga target dari terselenggaranya program tersebut bisa berjalan dengan optimal, mulai tidak dibayar adanya keracunan dan ini bukan terjadi di satu tempat.

“Saran kami paling tidak pemerintah pusat khususnya presiden, harus melakukan evaluasi menyeluruh,” jelas Ono.

Jangan sampai program baik yang disiapkan pemerintah justru tidak berdampak optimal bagi generasi muda penerus bangsa.

Baca Juga:

Buntut Keracunan Massal Dapur MBG di Cianjur Kota Disetop Sementara!

Update, Siswa Keracunan Massal MBG di Cianjur Jadi 78

Kalau memang ini menjadi program prioritas dari presiden yang tujuannya baik pelaksanaannya harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

“Tidak hanya evaluasi, kami juga mendorong, pemerintah pro aktif dalam melakukan pengawasan, sehingga kasus keracunan yang terjadi tidak kembali di temukan,” papar Ono.

Sebelumnya, puluhan siswa di Cianjur, Jawa Barat, diduga keracunan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 21 April 2025. Puluhan korban tersebut merupakan siswa dari MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI Cianjur.

Korban diduga keracunan makanan tersebut terdiri dari 55 siswa MAN 1 Cianjur dan 28 siswa SMP PGRI Cianjur. Puluhan korban tersebut pun mengalami berbagai gejala dan dilarikan ke Puskesmas hingga rumah sakit.

(Kaje)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun