DPR Restui Anggaran Bencana 2026, Basarnas Nyaris Disunat

anggaran bencana 2026
Ilustrasi. (dok. PANRB)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Komisi V DPR kembali menggelar rapat untuk mengevaluasi penggunaan anggaran di sektor kebencanaan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan SAR Nasional (Basarnas), sekaligus rencana program kerja dan anggaran 2026.

Rapat berlangsung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR, Ridwan Bae.

Fokus utama pembahasan adalah memastikan anggaran negara yang dialokasikan benar-benar mendukung kesiapsiagaan bencana, mulai dari mitigasi cuaca ekstrem, gempa bumi, hingga operasi pencarian dan pertolongan saat bencana terjadi.

Serapan Anggaran Jadi Sorotan

Dalam rapat tersebut, DPR mencatat capaian realisasi anggaran kedua lembaga itu tergolong tinggi.

BMKG mencatat realisasi keuangan 99,05 persen dengan realisasi fisik 100 persen. Sementara Basarnas membukukan realisasi keuangan 97,87 persen dan realisasi fisik 99,90 persen.

Ridwan Bae menyebut capaian tersebut sejalan dengan arahan Komisi V DPR sepanjang tahun anggaran berjalan.

“Capaian ini sesuai dengan saran dan masukan Komisi V,” ujar Ridwan saat membacakan kesimpulan rapat, Sabtu (7/2/2026).

Data tersebut menjadi dasar DPR memberikan persetujuan terhadap penyesuaian pagu anggaran kedua lembaga pada tahun anggaran 2026.

Anggaran 2026 Disepakati

Dalam kesimpulan rapat, Komisi V DPR menyepakati anggaran BMKG sebesar Rp2,57 triliun untuk 2026. Sementara Basarnas disetujui menerima anggaran Rp1,48 triliun.

Meski memberikan persetujuan, DPR menekankan bahwa besaran anggaran tidak hanya dinilai dari serapan, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat.

“Anggaran bukan sekadar angka, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ridwan.

Komisi V DPR secara khusus menyatakan dukungan terhadap program-program BMKG yang bersentuhan langsung dengan publik. Program tersebut antara lain Sekolah Lapang Iklim, Sekolah Lapang Gempabumi, Cuaca Nelayan, serta BMKG Goes to School.

Menurut DPR, program-program ini berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana dan mempercepat penyampaian informasi peringatan dini.

“Masyarakat semakin paham risiko bencana, informasi makin cepat, dan peringatan dini tidak membingungkan,” ujar Ridwan.

DPR menilai edukasi publik menjadi bagian penting dari mitigasi bencana, terutama di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dan kejadian bencana alam.

Basarnas Diminta Perkuat Respons Darurat

Selain BMKG, sorotan juga diarahkan kepada Basarnas. DPR mendorong penguatan peran SAR, khususnya dalam pembinaan potensi relawan serta peningkatan kecepatan respons dalam kondisi darurat.

Program SAR Goes to School kembali menjadi salah satu program yang didorong untuk memperkuat kesiapsiagaan sejak usia dini.

“Fokusnya ke sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta waktu tanggap cepat. Jangan sampai terlambat saat nyawa menjadi taruhannya,” tegas Ridwan.

Baca Juga:

Usai Nikel Terbitlah Hilirisasi Ayam, Suplai 1,5 Juta Ton Daging MBG

Longsor Tambang Timah Tewaskan 7 Orang, 2 Biang Kerok Jadi Tersangka

Anggaran Basarnas Sempat Dipangkas

Dalam rapat tersebut, DPR juga menyinggung dinamika anggaran Basarnas. Ketua Komisi V DPR Lasarus sebelumnya menyampaikan kekhawatiran terkait anggaran lembaga SAR di tengah meningkatnya risiko bencana.

“Basarnas itu seharusnya ditambah, bukan malah dipotong,” kata Lasarus.

Berdasarkan data rapat, pagu awal anggaran Basarnas 2026 semula Rp1,55 triliun. Namun, melalui surat Menteri Keuangan pada Desember 2025, anggaran tersebut dipangkas Rp69 miliar, sehingga tersisa Rp1,48 triliun.

Kondisi ini berbeda dengan BMKG yang masih memperoleh tambahan anggaran. DPR mencatat Basarnas tidak mendapatkan tambahan susulan dalam penyesuaian anggaran tersebut.

Komisi V DPR menegaskan kesiapan menghadapi bencana tidak dapat dilakukan secara parsial.

DPR menyebut penguatan sistem peringatan dini, kesiapan SAR, serta edukasi publik harus berjalan seiring agar keselamatan masyarakat tetap terjaga.

(Dist)

.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun