Dominasi Horor Lokal Januari 2026, Ketika Film Indonesia Jadi Medium Pelestarian Cerita Rakyat Nusantara

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Awal tahun 2026 mencatat fenomena unik dalam industri perfilman di Indonesia, dari 22 film yang tayang di bioskop sepanjang Januari, lebih dari 70% didominasi oleh genre horor lokal. Segi menariknya, hampir seluruh film horor tersebut mengangkat cerita rakyat, legenda lokal, dan ritual tradisional Nusantara.

Fenomena ini menandai pergeseran tren horor Indonesia dari kisah urban menuju horor berbasis kearifan lokal (folk horror), yang berakar pada mitologi dan kepercayaan masyarakat tradisional.

Januari 2026 sebagai Bulan ‘Pesta’ Horor Nusantara

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber industri perfilman, hadirkan 7-10 film horor Indonesia yang dijadwalkan tayang di bioskop sepanjang Januari 2026. Film-film tersebut antara lain:

  • Malam 3 Yasinan
  • Penunggu Rumah: Buto Ijo
  • Alas Roban
  • Sebelum Dijemput Nenek
  • Sengkolo: Petaka Satu Suro
  • Kafir: Gerbang Sukma

Deretan film horor lokal yang dirilis pada Januari 2026 menunjukkan kematangan genre dari sisi cerita dan produksi, dengan karya bergenre horor yang tidak hanya sekedar menakutkan tetapi juga memiliki unsur budaya dan nilai sosial.

Fenomena ini menarik apabila dibandingkan dengan data industri perfilman 2025. Menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, sepanjang 2025 tercatat 90 judul film horor diproduksi dari total 201 film, atau sekitar 44,8% dari seluruh produksi film Indonesia.

Data Box Office: Horor Menguasai Pasar

Tren dominasi horor bukan hanya soal kuantitas produksi, tetapi juga performa box Office yang mengesankan. Jumlah penonton film Indonesia sepanjang 2025 menembus angka 80,27 juta penonton, naik tipis dari capaian 2024 yang tercatat 80,21 juta.

Dari 10 film Indonesia tahun 2025, empat di antaranya adalah film horor yang mengangkat tema kearifan lokal: Pabrik Gula (4,7 juta penonton), Petaka Gunung Gede (3,2 juta penonton), Kang Solah from Kang Max x Nenek Gayung (2,5 juta penonton), dan Pengepungan di Bukit Duri (1,8 juta penonton).

Yang lebih fenomenal, Film Agak Laen: Menyala Pantiku! (2026) di posisi pertama film terlaris Indonesia, dengan lebih dari 10,25 juta penonton. Serta di bawahnya ada KKN di Desa Penari (2022) masih bertahan di posisi ketiga film terlaris sepanjang masa, dengan total perolehan 10.061.033 penonton.

Baca Juga:

Prilly Latuconsina Syuting Film Horor, Jam Kerja Terbalik dan Tetap Wangi di Tengah Malam

Vino G. Bastian Gaungkan Kampanye #SafeSpaceForAll Lewat Film Horor Shutter

Re-Imajinasi Cerita Rakyat: Dari Dongeng Jadi Horor

Salah satu tren yang paling menonjol di Januari 2026 adalah adaptasi cerita rakyat dan dongeng klasik Nusantara ke dalam format horor modern. Film Penunggu Rumah: Buto Ijo salah satu contohnya.

Film yang mengadaptasi dongeng Timun Mas ke dalam balutan horor modern, mengisahkan Srini dan putrinya yang diteror menjelang ulang tahun keenam sang anak, lalu sosok Buto Ijo mulai menampakkan diri untuk menagih janji lamanya.

Tidak hanya Buto Ijo, film lainnya seperti Sengkolo: Petaka Satu Suro menggali sisi gelap tradisi Malam 1 Suro, salah satu malam yang dianggap sakral dalam kepercayaan Jawa. Ceritanya mengikuti Rahayu, bidan desa yang hidupnya berubah setelah serangkaian peristiwa mistis menjelang malam satu Suro yang menargetkan para wanita hamil.

Demikian pula Malam 3 Yasinan, yang mengambil tema ritual tahlilan atau yasinan, tradisi yang sangat dekat dengan masyarakat Muslim Indonesia. Film ini mengambil cerita dengan ketakutan dari ritual yang seharusnya menenangkan, mengisahkan keluarga Djoyodiredjo yang menyimpan rahasia kelam lintas generasi sejak era 1980-an.

Dari Horor Urban ke Folk Horror

Pergeseran ini menandai evolusi penting dalam perfilman horor Indonesia. Jika pada era 2000-an hingga 2010-an, film horor Indonesia didominasi oleh urban legend seperti Suster Ngesot, Mr. Gepeng, atau Kolor Ijo, kini fokus bergeser ke folk horror, horor yang mengakar pada mitologi, ritual, dan kepercayaan masyarakat pedesaan.

Sejumlah Pemerhati dan akademisi menilai bahwa film horor Indonesia tidak lagi sekadar berfungsi sebagai tontonan yang menebar ketakutan. Genre ini kian berkembang sebagai teks budaya yang merekam nilai, tradisi, serta kecemasan sosial masyarakat.

Film horor Indonesia banyak menggali cerita rakyat, mitos, dan legenda yang hidup dalam budaya lisan, sekaligus menyisipkan komentar sosial terkait agam, tradisi, dan relasi sosial. Dengan pendekatan tersebut, maka horor tidak hanya mengandalkan ‘Jump scare’ atau efek kejut, tetapi juga menghadirkan narasi yang bermakna kuat pada konteks budaya lokal.

Film seperti Alas Roban mengangkat misteri kawasan hutan yang dikenal angker, Sebelum Dijemput Nenek mengeksplorasi kepercayaan tentang kematian di hari keramat, hingga Pengantin Iblis yang mengangkat tema perjanjian gelap dalam pernikahan. Sehingga semuanya berakar pada cerita yang hidup di masyarakat lokal.

Pelestarian Budaya Lewat Layar Lebar

Fenomena dominasi horor lokal ini tidak bisa dilepaskan dari konteks pelestarian budaya. Cerita rakyat dan budaya lokal merupakan sumber inspirasi yang kaya untuk pengembangan konten kreatif karena memiliki nilai historis, kearifan lokal, serta daya tarik naratif yang kuat.

Indonesia memiliki 16 warisan budaya takbenda yang diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) termasuk Kolintang, Reog Ponorogo, dan Kebaya. Namun, tantangan terbesarnya bukan pada pengakuan internasional, melainkan pada regenerasi dan pelestarian konkret di tengah masyarakat, terutama generasi muda.

Di sinilah film horor memainkan peran unik. Dengan mengangkat cerita rakyat seperti Buto Ijo, ritual tradisional seperti ‘Yasinan’ dan ‘Malam 1 Suro’, serta mitos lokal seperti Kuyang dari Kalimantan atau Leak dari Bali, film horor menjadi medium yang efektif untuk memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi digital.

Tantangan: Antara Komersial atau Autentisitas

Meski dapat memperoleh sambutan positif, tren horor lokal ini juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah keseimbangan antara nilai komersial (keuntungan) dan autentisitas (keaslian) cerita rakyat.

Contohnya, dongeng Timun Mas secara tradisional mengajarkan tentang pengorbanan ibu, kecerdikan anak, dan pentingnya menepati janji. Ketika diadaptasi menjadi horor, nilai-nilai ini harus tetap terjaga, bukan hanya menonjolkan visual Buto Ijo sebagai monster menakutkan saja.

Fenomena dominasi horor lokal di Januari 2026 bukan hanya tren industri. Ini adalah bukti bahwa sinema Indonesia telah menemukan formula untuk menggabungkan nilai komersial dengan misi kultural.

Film horor kini menjadi medium pelestarian rakyat yang efektif dengan memperkenalkan kembali dongeng, legenda, dan ritual tradisional kepada generasi muda dengan kemasan yang relevan dengan zaman.

Jika tren ini terus berlanjut dengan tetap menjaga kualitas cerita dan menghormati nilai-nilai budaya, maka film horor Indonesia bukan hanya akan menguasai pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menjadi duta budaya Nusantara di mata dunia.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Robby Nuzula Ramadhan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Nonton Bioskop

Tips Persiapan Sebelum Nonton Bioskop

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Siapa yang suka nonton? Nonton di bioskop merupakan salah satu hobi yang paling menyenangkan. Agar aktivitas nonton Anda lebih menyenangkan, perhatikan beberapa

Read More »
Berita Terkini
Picture1
Lime Coffee Shop Resto favehotel Hyper Square Bandung Tutup Sementara untuk Renovasi, Siap Hadir Kembali pada Awal Desember 2026
Bandung, 20 Oktober 2026 – Lime Coffee Shop Resto yang berlokasi di favehotel Hyper Square Bandung akan...
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung bermitra dengan Sanggar Tari Gaya Gita Studio Kota Sukabumi
Teater Tari  ‘Pakujajar di Gunung Parang’Mengajak Partisipasi Generasi Muda mengenal Asal Usul  Kota Sukabumi
Retno Dwimarwati SUKABUMI, TEROPONGMEDIA.ID– Rekonstruksi Legenda Pakujajar di Gunung Parang...
IMG-20261024-WA0001
Kolaborasi Berbagi Cahaya, Kejari Kabupaten Bandung dan PLN UP3 Majalaya Salurkan Bantuan untuk Warga Jelekong
BANDUNG, TEROPONGMEDIA ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan PT...
Marco Bezzecchi
Hasil Practice MotoGP Australia 2026: Bezzecchi Tercepat, Marc Marquez Tempel Ketat di Posisi Ketiga
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Marco Bezzecchi menunjukkan kecepatan impresif pada sesi practice MotoGP...
Prediksi Skor Lille vs Crvena Zvezda Liga Europa 2025/2026
Calvin Verdonk Ukir Dua Rekor di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Calvin Verdonk kembali mencatatkan sejarah di Liga Champions 2026/2027....
Berita Lainnya

1

Jadwal Adzan Magrib Lombok
Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi umat muslim, jadwal adzan magrib merupakan hal yang penting ketika...

2

Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter UCL 2025/2026
Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pertandingan leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League akan mempertemukan...

3

Brace Cristiano Ronaldo
Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Cristiano Ronaldo kembali membuktikan kehebatannya di atas lapangan...

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...

5

kijang lgx
Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Transmisi otomatis konvensional dirancang untuk memberikan pengalaman...
Headline
WhatsApp Image 2026-10-23 at 19.38
Cita Rasa Halloween: Swiss-Belresort Dago Heritage Hadirkan Menu Spesial Haunted Feast
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dalam menyambut musim Halloween tahun ini, Swiss-Belresort Dago Heritage...
WhatsApp Image 2026-10-22 at 17.17
Hampir Dua Dekade di Industri Perhotelan, Babak Baru Dimulai: Yunindra Hardino Pimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai General Manager
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung mengumumkan pengangkatan Mr....
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...