Diperiksa KPK 8 Jam, Eks Stafsus Nadiem Pilih Diam soal Proyek Google Cloud

Stafsus Nadiem
(dok.KPK)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Mantan Staf Khusus (stafsus) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Fiona Handayani memilih untuk tidak memberikan pernyataan usai menjalani klarifikasi selama kurang lebih delapan jam terkait penyelidikan dugaan korupsi dalam proyek pengadaan layanan Google Cloud.

Fiona tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekitar pukul 09.19 WIB dan baru meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.40 WIB setelah dimintai keterangan oleh penyelidik.

Meski sejumlah awak media mencoba meminta tanggapan, Fiona tetap bungkam dan enggan menjawab pertanyaan.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan belum dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait proses tersebut, mengingat tahap penyelidikan bersifat tertutup dan belum bisa diungkap ke publik.

“Karena masih tahap penyelidikan tentu belum bisa kami sampaikan secara rinci,” kata Budi, dikutip Rabu (30/7/2025).

Waktu atau tempus dugaan korupsi yang tengah diselidiki KPK ini terjadi pada saat pandemi Covid-19.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan penyelidikan Google Cloud di Kemendibudristek berbeda dengan kasus dugaan korupsi laptop pendidikan Chromebook yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.

“Terkait dengan Google Cloud, apakah sama dengan Chromebook yang sekarang sedang ditangani [Kejagung], berbeda jawabannya,” ujar Asep, Jakarta, Jumat (25/7) seperti dikutip dari Antara.

Asep menjelaskan bahwa kasus Chromebook berkaitan dengan pengadaan perangkat keras, sedangkan perkara Google Cloud menyangkut pengadaan perangkat lunak.

Baca Juga:

Kejagung Akan Tetapkan Eks Stafsus Nadiem, Jurist Tan Sebagai DPO Kasus Korupsi Chromebook

Sakit Jantung Kronis, Ibrahim Arief Jadi Tahanan Kota di Kasus Chromebook

Meski demikian, Asep menegaskan bahwa KPK tetap akan menjalin koordinasi dengan Kejaksaan Agung dalam proses penyelidikan terkait Google Cloud.

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan Kejaksaan Agung terkait penanganan kasus ini karena meskipun merupakan dua aspek berbeda, pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak sebenarnya adalah satu paket yang tak bisa dipisahkan,” ujar perwira tinggi polisi berpangkat brigadir jenderal tersebut.

(Virdiya/Aak) 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun