Dinkes Kota Bandung: Pembiakan Nyamuk Wolbachia Terkendala

Pengembangbiakan Nyamuk Wolbachia
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, Ira Dewi Jani. (Rizky/Teropongmedia)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung tersu melakukan pengembangbiakan Nyamuk Wolbachia.targetkan empat kelurahan di Kecamatan Ujungberung untuk diimplementasikan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, Ira Dewi Jani. Ia menyatakan program ini akan tersu belanjut.

Ira mengaku, dari evaluasi dan implementasi di kelurahan sebelumnya di Pasanggrahan, banyak kendala yang menghambat proses pengembangbiakan nyamuk ‘mahal’ ini.

“Jadi berdasarkan hasil monev keempat dari Kelurahan Pasanggrahan, capaiannya sudah 67,5%. Namun memang hasil ini berasal dari 4 RW, padahal di sana ada 15 RW. Insyaallah bulan ini, minggu depan akan nambah di 4 Kelurahan Ujungberung lainnya yakni Pasir Endah, Pasir Wangi, Pasir Jati, dan Cigending,” kata Ira Dewi Jani, Selasa (25/6/2024).

Ira mengatakan, dalam implementasi Wolbachia di Kelurahan Pasanggrahan ada 11 RW yang tidak berjalan optimal. Meski demikian, kesuksesan di 4 RW lainnya menjadi pondasi penerapan pada empat kelurahan lainnya.

Dalam sekali menitipkan, kata dia, harusnya ada 308 ember yang disebar. Namun, banyaknya penolakan warga akibat misinformasi, menjadi kendala paling besar dalam implementasi wolbachia di Pasanggrahan.

“Iya jadi yang berhasil optimal itu 4 RW. Pada 11 RW lainnya itu tidak berhasil, karena banyak penolakan itu. Jadi tidak akan diteruskan di situ karena sudah tahu kalau memang tidak akan berhasil kalau dilanjutkan. Maka sekarang untuk empat kelurahan selanjutnya, kami optimalkan sosialisasi dan pendataan. Kan sayang kalo nggak berhasil,” ucapnya

Disisi lain, implementasi di empat kelurahan lainnya akan dilaksanakan serentak bulan ini. Namun ada hal yang menjadi catatan Dinkes, yakni membuat agar masyarakat paham dan bersedia untuk menjadi orang tua asuh ember nyamuk berwolbachia.

“Belajar dari Pasanggrahan ini, bisa lihat kunci kesuksesan itu kan bersedianya masyarakat untuk dititipkan ember wolbachia. Jadi kalau sekarang mastiin dulu dengan pendataan ortu asuh. Kemarin di empat kelurahan itu baru di angka 65-75 atau sekitar 63,49% orang tua asuh yang bersedia. Jadi kami ingin optimalkan dulu, kalau udah mendekati optimal baru direalisasikan. Semoga minggu depan bisa serentak,” ujarnya

Tak hanya itu, Ira juga mengaku, sepanjang April 2024 hasil monitoring evaluasi (monev) dengan Kemenkes RI kurang memuaskan. Sebab, Dari target 35% penyebaran di minggu pertama, baru 14% dari target yang tercapai. Minggu kedua seharusnya target 50% nyamuk wolbachia berhasil tersebar, baru 19% yang tercapai.

Bahkan di minggu ketiga yang seharusnya sudah mencapai 60% penyebaran, justru menurun jadi 14% dari target nyamuk yang harus disebar.

“Sementara program baru berhasil kalo proporsi nyamuk aedes aegypti berwolbachia,harus lebih dari 60% di alam. Jadi ya ini menjadi PR kami, sampai sekarang masih sosialisasi karena nggak bisa hanya sekali, harus terus menerus,” ujarnya

“Makanya kita belajar sosialisasi itu harus sampai ke akar rumput, tidak bisa hanya stakeholder. Saat ini persiapan akan lebih matang lagi,” tambahnya.

BACA JUGA: Kepala Sekolah SMAN 10 Kota Bandung Jadi Tersangka Korupsi Dana Bos Rp664 Juta

Oleh karena itu, Ira berharap nantinya Kota Bandung dapat mengimplementasikan nyamuk wolbachia di 4 kelurahan lainnya.

Ira juga menegaskan bahwa nyamuk wolbachia dapat mulai terasa dampak positifnya setelah penerapan optimal 1-2 tahun mendatang.

“Mungkin nanti ada strategi komunikasi yang baru dengan warga, kita bisa belajar dari pengalaman supaya lebih sukses. Karena sayang ya tenaga, waktu, biaya yang dikeluarkan kalau program ini nggak lancar. Dan perlu diingat, wolbachia ini dapat terasa dampaknya pada 1-2 tahun mendatang,” pungkasnya.

 

(Rizky Iman)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City