Dinamika Politik PDIP dan Jokowi, Pengamat: Dari Kesetiaan hingga Konfrontasi

Dinamika Politik PDIP dan Jokowi
Joko Widodo (Jokowi) (suarakarya)

Bagikan

JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID — Pergeseran hubungan antara PDIP dan Presiden ke tujuh Jokowi menjadi fenomena politik yang menarik untuk dicermati. Partai yang telah dua kali mengusung Jokowi sebagai presiden kini menunjukkan sikap kritis dan perlawanan yang semakin kentara, terutama sejak menjelang Pemilu 2024.

Pengamat politik yang juga DosenIlmu Hubungan Internasional, UPN “Veteran” Yogyakarta, Ludiro Madu, mengatakan, akar dari ketegangan ini dapat ditelusuri dari beberapa keputusan politik Jokowi yang dianggap tidak sejalan dengan kehendak partai. Salah satu yang paling mencolok adalah dukungan implisit Jokowi terhadap Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024.

“Keputusan ini dianggap sebagai bentuk “pengkhianatan” terhadap PDIP yang telah membesarkan nama Jokowi dalam politik nasional,” kata Ludiro kepada Teropongmedia.id, Sabtu (8/3/2025).

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara terbuka menunjukkan kekecewaannya terhadap sikap Jokowi. Kritik-kritik tajam mulai dilontarkan, mulai dari persoalan dinastisme politik hingga tuduhan Jokowi tidak memiliki “kesantunan politik”.

Konfrontasi ini semakin memanas ketika Gibran, putra sulung Jokowi, diusung sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo, bukan melalui PDIP. PDIP melihat tindakan Jokowi sebagai bentuk pengingkaran terhadap ideologi dan platform partai.

Partai yang mengusung ideologi Pancasila dan nasionalisme ini merasa bahwa keputusan-keputusan politik Jokowi lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan keluarga dibandingkan kepentingan partai dan rakyat.

“Perlawanan PDIP terhadap Jokowi juga mencerminkan pertarungan ideologis yang lebih dalam. PDIP, yang selama ini dikenal sebagai partai yang memperjuangkan wong cilik, melihat kebijakan-kebijakan Jokowi di akhir masa kepemimpinannya cenderung berpihak pada elit dan kepentingan oligarki,” ujarnya.

Namun, kritik dan perlawanan PDIP terhadap Jokowi juga mengandung risiko politik. Sebagian masyarakat masih melihat Jokowi sebagai pemimpin yang berhasil dan populer.

Ludiro menilai bahwa kemenangan pasangan Prabowo-Gibran menjadi bukti nyata konversi popularitas Jokowi ke dalam bentuk elektabilitas pasangan itu.

“Mengkritik Jokowi terlalu keras bisa berdampak pada elektabilitas PDIP sendiri, mengingat banyak pendukung partai yang juga merupakan pendukung Jokowi,” ucapnya.

Di sisi lain, sikap kritis PDIP bisa dilihat sebagai upaya partai untuk membangun identitas politik yang lebih independen pasca era Jokowi.

 

BACA JUGA: 

Budi Arie Ungkap Pertemuan Jokowi-Hashim, Kabar Baru Partai Super Tbk?

Jokowi Tanggapi Korupsi Pertamina: Kalau Curiga Sudah Digebuk

 

“Ini mungkin menjadi strategi jangka panjang untuk memposisikan PDIP sebagai kekuatan politik yang tetap relevan dalam lanskap politik Indonesia yang terus berubah,” pungkasnya.

Terlepas dari dinamika politik yang terjadi, fenomena ini menunjukkan bahwa politik Indonesia masih diwarnai oleh politik personalitas dan loyalitas pribadi yang kadang mengalahkan ideologi dan platform partai. Ini menjadi pembelajaran penting bagi pematangan demokrasi Indonesia ke depan.

Yang pasti, hubungan PDIP-Jokowi akan menjadi catatan penting dalam sejarah politik Indonesia, menggambarkan bagaimana relasi politik bisa berubah drastis dari kesetiaan menjadi konfrontasi.

” Hal ini juga mengingatkan bahwa dalam politik, tidak ada kawan atau lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi,” bebernya.

 

(Agus Irawan/Usk)

 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Alih Fungsi Lahan Pertanian
Pengeboran Migas di Indramayu dan Wajo Disetujui, LP2B Dikorbankan?
daihatsu toyota
Daihatsu Mau Pindah ke Toyota? Ini Pernyataan dari Perusahaan
bus ugal-ugalan
Bus Rute Surabaya-Semarang Ugal-Ugalan Jadi Bahan Berita Media China, Netizen: Kemunduran!
preman pasar
Aksi Preman Pasar Palak Pedagang dan Tendang Dagangan di Bekasi, Bikin Netizen Naik Darah!
Zalnando: Kumpul Keluarga Cabang Indonesia Kan
Undang Kevin Mendoza di Waktu Lebaran, Zalnando: Kumpul Keluarga Cabang Indonesia Kan
Berita Lainnya

1

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Korea Selatan Selain Yalla Shoot

2

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

3

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

4

Nelayan RI Sugiyanto di Korsel Diangkat Jadi Duta Pekerja Migran

5

Viral! Desa di Klaten Beri THR Rp200 Ribu per Warga, Termasuk Bayi
Headline
Soal Tarif Impor Trump, Kadin Sebut Peluang Negosiasi Masih Terbuka
Soal Tarif Impor Trump, Kadin Sebut Peluang Negosiasi Masih Terbuka
Timnas Indonesia U-17
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Korea Selatan Selain Yalla Shoot
arus balik
Waspada Pemudik ke Jakarta, Korlantas Ungkap Perkiraan Arus Balik Mudik 2025
Korsel Segera Gelar Pemilu Setelah Presiden Yoon Resmi Dicopot
Korsel Segera Gelar Pemilu Setelah Presiden Yoon Resmi Dicopot

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.