Desa Meteseh Ubah Sampah Lewat Inovasi Alat ‘Insana’

Desa Meteseh
Inovasi ‘Insana’ dari Desa Meteseh, Cara Cerdas Warga Rembang Atasi Masalah Sampah (dok.jatengprov)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, berhasil mencuri perhatian berkat inovasi alat pengolah sampah bernama Inseminator Sampah Sederhana (Insana). Alat ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Meteseh, Suko Siswanto, menjelaskan bahwa Insana berbentuk seperti bangunan perapian dengan dua lubang lubang atas untuk memasukkan sampah dan lubang bawah untuk mengambil sisa pembakaran. Meskipun menggunakan sistem bakar, asap yang dihasilkan sangat minim, sehingga lebih ramah lingkungan dibanding pembakaran terbuka.

“Alat ini efektif menekan kebiasaan warga yang sebelumnya sering membuang sampah ke sungai,” kata Suko mengutip dari jatengprov pada, Kamis (16/10/2025).

Dari Alat Pribadi Jadi Program Desa

Suko menuturkan, ide pembuatan Insana berawal setelah banjir besar melanda desa pada tahun 2022. Awalnya, alat ini hanya digunakan secara pribadi, namun karena terbukti efektif, pemerintah desa memutuskan untuk mengadopsinya.

Pada tahun 2024, Insana dikembangkan dengan kapasitas lebih besar dan didanai melalui Dana Desa 2025 senilai Rp15 juta. Kini, alat tersebut telah beroperasi sekitar enam bulan dan dimanfaatkan oleh 151 Kepala Keluarga (KK).

Setiap KK dikenai iuran Rp20 ribu per bulan untuk biaya operasional, sementara yang ingin menambah keranjang sampah cukup menambah Rp10 ribu.

“Dalam satu keluarga biasanya ada yang meminta dua keranjang sampah, jadi tinggal nambah Rp10 ribu saja,” ujar Suko.

Baca Juga: 

Christin Novalia Simanjuntak Gelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah di Desa Lubang Buaya

Agung Yansusan Desak Evaluasi Total MBG, Pengawasan Jangan Bebani Guru

Sampah Dipilah, Abu Dimanfaatkan

Sebelum dibakar, sampah terlebih dahulu dipilah. Bahan yang masih memiliki nilai ekonomi digunakan untuk menunjang kegiatan operasional, seperti kebutuhan minuman petugas pengambil sampah. Sedangkan sampah yang tidak bernilai langsung dimasukkan ke alat Insana.

“Yang masih bernilai ekonomi kita pilah, sedangkan yang tidak memiliki nilai rupiah langsung dibakar baik sampah kering maupun basah,” jelasnya.

Menariknya, hasil pembakaran berupa abu sisa sampah juga tidak terbuang percuma. Saat ini abu dimanfaatkan untuk menutup atau menguruk lahan kosong, dan ke depan Karang Taruna Desa Meteseh berencana membuat paving block dari abu tersebut.

Hasil paving nantinya akan digunakan untuk membangun jalur jogging track di kawasan embung desa.

Jadi Inspirasi bagi Desa Lain

Inovasi ini juga menarik perhatian desa-desa lain di Rembang maupun luar daerah. Beberapa waktu lalu, perwakilan dari Desa Gandrirejo, Kecamatan Sedan, serta Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, datang untuk mempelajari sistem kerja Insana.

“Mereka bahkan minta saya dan tukangnya datang ke Krian untuk membuatkan alat Insana. Tapi karena saya tidak bisa lama-lama meninggalkan rumah, akhirnya kita buatkan tutorial menggunakan miniatur yang diunggah di YouTube,” tutur Suko.

Suko berharap, keberhasilan Desa Meteseh dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Rembang.

“Kalau setiap desa bisa mengelola sampah, pasti sungainya bersih, lingkungannya bersih, dan masyarakatnya juga lebih sehat,” pungkasnya.

Dengan hadirnya Insana, Desa Meteseh tidak hanya membuktikan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga menciptakan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis gotong royong yang berkelanjutan.

(Hafidah Rismayanti/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025