Dedi Mulyadi Minta Gumpalan Busa Raksasa ‘Awan Hitam’ di Subang Diselidiki

awan hitam misterius subang (TikTok @infobandungselatan0)
(TikTok @infobandungselatan0)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memerintahkan dilakukannya penyelidikan menyeluruh terhadap kemunculan gumpalan busa hitam mirip awan yang menggemparkan warga Kabupaten Subang. Fenomena yang viral di media sosial tersebut akan ditelusuri oleh tim gabungan.

“Gumpalan busa awan saya sudah minta nih, kan itu tim ya, tidak boleh disimpulkan oleh gubernur. Nanti tim dari Kementerian Lingkungan Hidup (juga) segera melakukan pengecekan,” tegas Dedi, mengutip Antara, Rabu (29/10/2025).

Penyelidikan gumpalan busa raksasa berwarna hitam ini, menurut Dedi Mulyadi, akan melibatkan kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, DLH Kabupaten Subang, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Menindaklanjuti instruksi gubernur, Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, mengonfirmasi bahwa tim teknis telah diterjunkan ke lokasi kejadian di Kecamatan Patokbeusi, Subang.

“Masih dicek oleh Tim Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup (PPLH). Saat ini belum ada laporan dari tim,” kata Ai saat dikonfirmasi terpisah, menegaskan bahwa investigasi masih dalam tahap awal.

Fenomena tidak biasa ini terjadi pada Jumat (24/10/2025) lalu. Warga setempat melaporkan penampakan gumpalan hitam keabu-abuan yang melayang tidak beraturan di langit, sebelum akhirnya jatuh dan menyebar di area persawahan dan permukiman.

BACA JUGA

Awan Hitam Misterius Hebohkan Warga Patokbeusi Subang

Penanganan Pencemaran Cesium-137: 63 Warga Cikande Direlokasi, Proses Dekontaminasi Berlanjut

Awalnya diduga sebagai awan gelap, kekhawatiran muncul saat material tersebut mengeluarkan bau menyengat mirip limbah pabrik setelah menyentuh tanah.

Suasana keheranan dan was-was warga terekam jelas dalam video amatir yang beredar cepat di platform seperti TikTok.

“Awan ini awan hitam,” ucap seorang warga dalam video, sementara yang lain memperingatkan, “Busa bau, awas beracun.”

Hingga berita ini diturunkan, identitas, sumber, dan kandungan zat dari busa misterius tersebut masih menjadi teka-teki yang tengah diungkap oleh tim gabungan.

Publik menanti hasil investigasi resmi yang diharapkan dapat memberikan penjelasan ilmiah atas peristiwa langka ini.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun