Dedi Mulyadi Mendadak Datangi KPK, Ada Apa?

dedi mulyadi KPK
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (X/serenade90)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada Kamis (11/12/2025) pagi. Ia beserta rombongan terbatas tiba pukul 08.43 WIB.

Pria yang akrab disapa Kang Dedu Mulayadi (KDM) itu mengatakan, tujuan kedatangannya untuk membahas kerjasama bidang pencegahan terkait pengelolaan lahan dan konservasi lingkungan.

“Saya (hendak) bertemu ke bidang pencegahan,” ujar Dedi Mulyadi.

Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan sejumlah agenda penting di antaranya normalisasi sungai, penyelamatan aset negara, serta penghijauan di area-area tanah negara.

Menurutnya, kolaborasi dengan KPK merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengamankan aset negara di Jawa Barat.

“Kita kan mitra dengan KPK, ke bidang pencegahan ada kerjasama. Hari ini saya bersama teman-teman perkebunan dan Perhutani,” jelas Dedi.

Sejak menjabat sebagai Gubernur, Dedi mengaku fokus pada pengembalian fungsi lahan agar selaras dengan aturan yang berlaku. Ia menilai pengelolaan hutan dan perkebunan yang tepat tidak hanya menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga berperan penting dalam pencegahan bencana.

“Jawa Barat sejak saya memimpin concern dengan konservasi, penataan lingkungan. Kita pasti bersinggungan dengan tanah negara, baik yang dikuasai oleh kelembagaan negara maupun BUMN,” ungkapnya.

Baca Juga:

Dedi Mulyadi Sorot Banjir Bandung Raya: Kota Kembang Bisa Tenggelam!

Wakil Wali Kota Bandung Erwin Jadi Tersangka, Farhan Buka Suara

Dalam kesempatan ini, Dedi mengajak jajaran BUMN, seperti PTPN, BBWS, dan PU, untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga aset negara sekaligus memulihkan fungsi sungai, hutan, dan perkebunan. Menurutnya, upaya ini sangat penting untuk mencegah potensi bencana di masa depan.

“Saya meminta jajaran BUMN untuk bersama ke sini agar seluruh aset di Jawa Barat terjaga dan fungsi sungai, hutan, dan perkebunan bisa berfungsi kembali, sehingga bencana terhindar,” tegas Dedi.

Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi untuk memadukan pembangunan dengan konservasi lingkungan. Fokus pada penataan lahan dan perlindungan aset negara diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Dengan kolaborasi yang baik, fungsi lahan bisa kembali optimal, lingkungan terjaga, dan masyarakat Jawa Barat aman dari ancaman bencana,” tambahnya.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun