Dedi Mulyadi Kritik Keras Pemkab Bandung Barat Usai Longsor Cisarua

Dedi Mulyadi longsor cisarua
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti lemahnya pengawasan Pemkab Bandung Barat usai longsor cisarua. (X/darmawijaya74)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti lemahnya pengawasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat dalam pengelolaan wilayah rawan bencana, menyusul peristiwa longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, yang menewaskan sembilan Sepuluh orang pada Sabtu (24/1/2026).

Hal itu disampaikan Dedi saat meninjau langsung lokasi longsor di kawasan kaki Gunung Burangrang, yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi.

Tata Ruang Dinilai Menjadi Akar Masalah

Dedi Mulyadi menilai, persoalan utama yang melatarbelakangi terjadinya longsor bukan semata faktor alam, melainkan kesalahan dalam penataan ruang yang berlangsung dalam waktu lama.

“Kita sudah salah dari awal, tata ruangnya harus segera dibenahi. Daerah-daerah seperti ini tidak layak dijadikan permukiman,” ujar Dedi di lokasi bencana.

Ia menegaskan, bahwa wilayah Pasirlangu seharusnya tidak diperuntukkan bagi permukiman padat penduduk, mengingat posisi geografisnya yang berada di lereng dan kaki gunung.

Lemahnya Pengawasan Pemerintah Daerah

Dedi menyebut praktik pembangunan di kawasan tersebut telah berlangsung tanpa pengawasan dan penindakan yang tegas dari pemerintah daerah. Akibatnya, aktivitas pembangunan terus berjalan tanpa memperhatikan aspek mitigasi bencana.

“Sudah lama tidak sesuai. Sudah lama membangun tidak berdasarkan mitigasi bencana. Sejak awal tata ruangnya sudah salah,” kata Dedi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan longsor Pasirlangu tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari persoalan tata kelola wilayah yang belum tertangani secara sistematis.

Diminta Jadi Pelajaran bagi Daerah Lain

Gubernur Jawa Barat meminta agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya penegakan aturan tata ruang dan perizinan pembangunan, khususnya di kawasan rawan longsor dan bencana alam lainnya.

Dedi juga mendorong agar pemerintah kabupaten dan kota segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kawasan-kawasan yang memiliki potensi bencana serupa.

Selain evaluasi tata ruang, Dedi menyampaikan perlunya kajian lanjutan terkait kemungkinan relokasi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Kalau tidak dibenahi dari sekarang, kejadian serupa akan terus berulang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa bencana longsor ini bukan hanya persoalan alam, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola wilayah dan kebijakan pembangunan yang perlu dibenahi secara menyeluruh.

Baca Juga:

Korban Longsor Bertambah, Bupati Bandung Barat Tetapkan Status Darurat Bencana

Dampak Bencana dan Proses Pencarian Korban

Bencana longsor di Desa Pasirlangu berdampak pada sekitar 400 warga yang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan pencarian terhadap 81 warga yang dinyatakan hilang.

Hingga hari pertama pencarian, petugas telah berhasil mengevakuasi sembilan jenazah dari lokasi longsor. Proses pencarian masih berlangsung dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, mengingat kondisi tanah di kawasan tersebut masih berpotensi mengalami pergerakan.

Sebelumnya, Sebanyak 10 orang dinyatakan tewas akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026).

Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat berdasarkan laporan sementara dari lokasi kejadian.

BPBD Jabar mencatat, delapan korban meninggal dunia berasal dari Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Sementara dua korban lainnya berasal dari Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.

Petugas masih terus melakukan pendataan lanjutan seiring dengan berlangsungnya proses pencarian korban yang tertimbun material longsor.

Peristiwa longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Material tanah dan bebatuan dari lereng Gunung Burangrang menimpa permukiman warga di wilayah tersebut.

Akibat kejadian ini, 30 rumah terdampak, dengan satu rumah mengalami kerusakan berat. Selain itu, kondisi tanah yang masih labil membuat wilayah sekitar dinyatakan berbahaya untuk ditinggali sementara waktu.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

christian sugiono
Christian Sugiono Bantah Selingkuh dengan Hana Hanifah
JAKARTA,TM.ID: Aktor Christian Sugiono diterpa kabar kurang sedap belakangan ini. Suami dari aktris Titi...

2

KIM Berpotensi Bubar
Pengamat Sebut Jika Prabowo-Jokowi Pecah Kongsi, KIM Berpotensi Bubar
JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID –Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan lengser dari jabatannya pada 20 Oktober...

3

Beras SPHP
Pemerintah Salurkan 1,3 Juta Ton Beras Murah SPHP Mulai Juli - Desember
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Indonesia resmi melakukan kembali penyaluran beras Program...

4

DLH Malut
DLH Malut Hadirkan Pelaku Usaha dalam Kegiatan Pengawasan Tidak Langsung Terhadap Laporan RKL/RPL
TERNATE, TEROPONGMEDIA.ID –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara (Malut) menghadirkan...

5

Ketum Golkar Selanjutnya, Luhut: Kita Lihat Nanti!
Luhut Digadangkan Jadi Ketum Golkar Pengganti Airlangga: Kita Lihat Nanti!
JAKARTA, TM.ID: Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi wacana soal dirinya...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...